Lo-Gue-N [Memaafkan kesalahan dan Belajarlah dari Abu Bakar]

Standar

Bismillahirrohmaanirrohiim….

Hati, hati siapa yang tak berpenyakit??? Aseli hampir setiap yang namanya manusia yang bernapas, bergerak dan memerlukan makan dan minum pasti pernah mengalami yang namanya penyakit hati. Munafik dagh kalo ada yang mengaku tak perna merasakannya. Namun, ada yang membiarkan sakit hati itu menjadi penyakit hati yang menggegerogoti sampai membakar amalan sholih, dan ada yang memilih untuk meredamnya dan mencari hikmah dalam setiap kejadian yang menyakitkannya hingga berbuah syurga…

Dan, bukan tugas saya menggurui anda untuk memilih option 1 atau 2, saya hanya mengajak untuk merenungi kisah Abu Bakar dan Mistoh.

Hati siapa yang tak panas, Begitupun hati Abu Bakar As-Shidiq bila orang selama ini yang sering kita bantu keperluannya dan kita santuni keluarganya malah berbalik seratus delapan puluh derajat menikam kita. Kali ini bukan menikam dari belakang, nyata dan jelas memfitnah putri beliau Aisyah ra. berbuat serong….

Ditengah simpang siur berita hina tersebut, bukannya Mistoh berbaik sangka dan menjadi gardah terdepan yang melindungi keluarga Nabi di barisan terdepan, ekh si Mistoh ini malah makin gencar menebar fitnah. Bagaimana mungkin Ummul Mukminin Aisyah melakukan perbuatan amoral biadap seperti itu. Semestinya sebagai orang yang sering disantuni, dan berhadapan langsung dengan Akhlaq Abu Bakar sebagai Orang Tua Aisyah, tak seharusnya menyuburkan fitnah tersebut. Walaupun pada saat itu Allah belum menurunkan wahyu akan kebenaran berita itu, sebagai seorang kerabat wajiblah kita berbaiksangka… Dan selalu dahulukan baik sangka diatas prasangka.

Mengejutkan, ketika wahyu Allah turun menjelaskan akan kesucian Aisyah ra, Abu Bakar berjanji tidak akan menyantuni lagi keluarga Mistoh. Tidak salah, sungguh tak salah janji beliau. Mengingat Sungguh keterlaluan fitnah yang disebarkan oleh orang yang selama ini kita santuni. Itu Abu Bakar, jika kita yang mengalaminya, mungkin bukan sekedar janji berhenti menyantuni, namun akan ada hal yang lebih lagi. Kalo baso kami “ngasah mandau dulu, nak keno cincang budak itu” hehehehe

 Namun, Allah sangat menyayangi Abu Bakar. Allah tak menginginkan beliau larut dalam kemarahan dan benci sesama. Dan Firman Tuhanku

”Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan diantara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” –QS: An-Nur::22—

-Referensi cerita dari majalah Ummi edisi Januari-

Eeeaahhh….!!! Jadi ngiri yah hehehe bukan ngiri difitnah, tapi ngiri aja. Sekali salah langsung ditegur. Langsung dapat berbenah. Andai…..upz

Sahabat, Abu Bakar bukanlah Insan biasa, beliau adalah salah satu sahabat yang sangat dekat dengan Rosululloh saw, bahkan tiket syurga-pun sudah dikantongi. Bila beliau sudah sangat marah oleh fitnah yang menimpa putri beliau, tentulah fitnah itu sangat menyakitkan. Sungguh sangat menyakitkan.

Namun, begitulah indahnya islam. Tak ada benci yang dipendam dalam dendam. Tak ada sakit hati yang dibiarkan hingga membuat hati itu jadi penyakit yang menggegerogoti amal sholih. Ternyata kata maaf tak mengenal sedalam apa rasa sakit itu. ia tak mengenal separah apa luka dihati itu. Maka sungguh patutlah disebuah hadist Rosululloh menyandingkan pemberian maaf dengan kemuliaan. Karna tak semua orang bisa memberi maaf.

Okelah, maaf yang dilisankan memang gampang, namun tulus memaafkan dari hati itulah yang utama dan muliah…

Lalu sedalam apa luka dihatimu kawan,

atas janji yang tak tertunai…

atas penghianatan cinta yang kejam…

atas bahu yang tak memberimu untuk bersandar…

atas tangan yang tak menghapus air matamu….

kapankah kata maaf itu kau berikan, sedangkan Tuhanmu telah menegaskan “……dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” –QS: An-Nur::22—

16 Februari 2013, di depan PC virusan

Kala hati tak hati-hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s