Sampingan

13 Oktober 2012, pukul 08: 21 waktu layo

Bismillahirrohmaanirrohiim….

Hem tak terasa sudah memasuki pertengahan Oktober 2012. Rasa-rasanya baru kemarin aku menurunkan kalender tahun 2011, ekh tau-tau 2012 akan segera berlalu. Rasa-rasanya waktu cepat sekali berlalu. Waktu takkan pernah menunggumu. Ia akan tetap berlalu meskipun kamu sekuat tenanga menahannya. Meskipun tangismu pecah memohon ia jangan beranjak maka ia akan tetap berlalu. Tak ada satupun yang bisa menghentikannya, bahkan Allah pun tak pernah menghendaki waktu yang berlalu kembali, lalu kenapa kamu masih mengharapkan dan berandai-andai ”andai saja dahulu..” atau ”andai saja dulu begini pasti begini” dan taukah kawan, berandai-andai itu adalah cara syaithon melemahkan anak-cucu adam. Maukah kau menambah daftar anak cucu adam yang terlena oleh angan-angan dengan berandai-andai???

 

Saya yakin kita pasti tak berniat untuk itu, bukan….

Dan akupun berusaha untuk tak berandai-andai untuk segala sesuatu yang terlepas dari tangan. Karna kuyakin, segala sesuatu yang lepas dari genggaman memang bukan Rahmat untuku. Karna kuyakin, jika kupaksakan untuk ku genggam hanya akan membuat tanganku terluka oleh tusukannya. Karna sebenarnya menggenggam dunia ini sama saja mengenggam gelas. Jika tak benar mengenggamnya maka gelas akan pecah, namun jika terlalu kuat mengenggamnya gelas itu akan pecah dan melukai tanganku sendiri. Maka mulai sekarang sederhana sajalah dalam berkeinginan. Jangan yang mulu’-mulu’lah…

Kadang jika aku memikirkan sebagian dari lembaran hitam hidupku ataupun sejarah kelabu yang terpahat diprasasti kehidupanku, ada setetes penyesalan kenapa tak begini kenapa juga tak begitu. Namun jika aku teringat bahwa hidup ini sesungguhnya sangat singkat, sesingkat jarak adzhan dan iqomat, maka tak ada kesedihan dunia yang harus kutangisi dan tak ada alasan menyalahkan takdir. Semuanya sudah tertulis di dalam Lauhul Mahfuzhku, tugasku menyusuri jalan kehidupan dan memilih untuk bersyukur dan bersabar… Menangis atau diam… Berbicara tegas atau malah menyembunyikannya didalam diary…

Sahabatku, sedari awal aku sudah mengatakan bahwa berangan-angan adalah cara syaithon melemahkan kita, maka bukan bearti kita tak boleh berharap. Justru Allah S.W.T sangat menyukai hamba-hambaNya yang mau berharap siang dan malam….

Dan janganlah kamu berputus asa terhadap Nikmat Tuhanmu…

Jangan khawatir kawan, harapan itu masih ada….

Kini 24 tahun aku menghirup udara di dunia ini, membuatku sadar. Bahwa setiap Allah melapaskan segala sesuatu dari genggaman, hanyalah karna Allah menghendaki kita menggenggam segala sesuatu yang lebih maslahat dunia-akhirat. Karna kita takkan mengenggam banyak hal jika tak melepaskan apa yg telah digenggam.

13 oktober 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s