ceritaku 23 Juli 2012-gadis berkrudung merah dan guru fisika :)

Standar

Bismillahirrohmaanirrohiim….

Ini kisahku 2 hari yang lalu. Baru sempat ku tulis, maklum sibuk #sok sibuk…

Alhamdulillahi kama hasanta kholqi, fahassin khuluq….

(Segala Puji Bagi Allah yang membaguskanlah kelakuanku, sebagaimana telah mebaguskan rupaku) demikianlah doaku ketika bercermin. Ku rapikan sedikit jilbab merahku, menarik sedikit otot mukaku agar membentuk sebuah senyuman ah..aku cantik sekali pagi ini hehehehehe #maaf pemirsa, jangan marah. itu sugestiku setiap pagi, agar aku mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Agar aku tak pernah mengeluh ketika memperhatikan garis wajahku yang sepertinya membentuk keriput -_-‘

Aku mencium tangan ibuku, dan berpamitan untuk mengajar mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia hehehehe #UUD kale..# Entah kenapa ya pemirsa, setiap mengenakan stellan warna merah, apalagi kalau jilbanya merah aku jadi teringat lagunya wali…

dia gadis berkrudung merah….

hatiku tergoda tergugah…

tak cuman parasnya yang indah…

ia baik ia sholeha…

wkwkwkwk yg nggak setuju jangan marah, lagi lagi itu cara saya mensugesti agar diri semakin sholeha ^_^

Aku menstop mobil berchat kuning dan menanyakan jurusannya, Pasar pak? demikian tanyku setiap pagi. hihhi pasalnya kalo pagi kayak gini mobil angkot banyk yang menuju kampus unsri, makanya harus ditanya dulu….

Setelah memasuki mobil itu, aku langsung mengenali sosok guru fisikaku ketika SMA. Guru yang sangaaattt sholeha, guru yang sangat ku hormati dan guru inilah yang membuat aku semakin tidak menyukai fisika. Astaghfirulloh…saya sangat mencintai guru saya ini, tapi maaf sepertinya saya sangat membenci pelajarannya heheheheh….

Aku: “Assalamu’alaykum buk….” aku merai tanganya dan mencium tangan beliau…

Ibu: “Wa’alaykumusalaam…” beliau memperhatikan raut wajahku, sepertinya mengingat-ingat… “emm..kuliahnya sudah selesai” tanya beliau selanjutnya…

Aku tau persis ekspresi itu, yaaa akupun kalo ado siswa menegurku aku pasti mengeluarkan ekspresi seperti itu jika aku tak mampu mengingatnya dan akan mengeluarkan jurus ampuh “sekarang kelas berapa” demikian jurus pemungkas yg aku keluarkan jika aku tak mampu mengingat nama siswa hehehehehehehe

AKU: “Alhamdulillah buk, selesai september tahun kemaren”

IBU: “sekarang kerja dimana”

Aku menjelaskan sedikit mengenai pekerjaanku. Sedikit sharing masalah dunia pendidikan. Sungguh tak pernah terbayangkan jika akhirnya aku seperti layaknya teman kerja diskusi masalah pendidikan dengan beliau, guruku🙂 hahaha itulah teman, kita tak pernah tau kemana takdir akan membawa kita🙂 dulu saya berlaku sebagai siswa beliau yang mendengarkan setiap perkataan beliau, siapa sangka 5 tahun kemudian kami berjumpa sebagai teman satu profesi dan berdiskusi mengenai anak didik ^__^

IBU: “kabarnya agustus ada penerimaan yah?”

AKU: “iya sih bu. dengar-dengar begitu…

“IBU: “berminat ikut…

“AKU: “hehehe dulu semangat banget buk ikut, tapi entahlah sekarang jadi nggak kepikiran mau ikut tes CPNS. Karena sekarang sudah sangat nyaman bekerja di sekolah ini. Yang penting kita nyaman buk. walau kerjaan kita tak seberapa yang penting kita nyaman, itu saja dulu….”

IBU: “iya betul, memang harus begitu…”

AKU: “lagi pula untuk ogan ilir saya baca tahun ini nggak menerima CPNS, yg menerima CPNS untuk daerah yang jauh buk..daerah yang agak pedalaman gitu pastinya ditempatkan,,”

IBU memperhatikan aku, beliau memberikan senyuman yang aku tau sekali apa maksudnya…..

IBU: “saya dulu awal mengajar di daerah pedalaman. Sangat menyenangkan.. Pengalamannya berbeda ketika mengajar di pedalaman. kontribusi kita berbeda. Beramal tentunya”

Aku tersenyum dan menimpali “betul itu buk, tapi entah kenapa saya belum kepikiran. Jiwa saya belum ada panggilan… Sebenarnya bukan karena belum ada panggilan, sungguh mengajr didaerah pedalaman adlah salah satu cita-cita saya dari dulu. Di Diary tahun 2008 ada tulisan saya yang bercerita keinginan saya untuk mengajar didaerah yang tertinggal ilmu. Bahkan di blog bergaul.com salah satu jejaring sosial favorit saya #dulu sebelum fesbuk beken# tertulis jelas..

>>Duh~nggak saba lagi rasanya bisa dipanggil “Bu Guru~~” Aku ingin membawakan muriD2ku setumpuk ilmu, secercah nasehat dan setetes hidayah^^biar disanalah nilai dakwahku sebagai muslimah^^menceritakan indahnya akhlak Rosul, manisnya senyum rosul, mengajak menyusuri sirah rosul^^suatu hari nanti, kan ku tarbiyah anak didikku^^biar merekalah yang menjadi qiyadah di barisan terdepan^^Ijabah ya Robb..^^Allahumma Aamin…^^ >>

nah sepenggal tulisan itu sebenarnya menceritakan kenginanku mengajar didaerah terpencil. ya…

Tapi entah semangat itu menguap kemana, saat ini aku hanya ingin mengajar tak jauh dari tempat tinggalku saja. Ku rasa itu lebih maslahat. Tak baik rasanya jika wanita berpergian jauh, apalagi ke daerah terpencil tanpa mahrom. Lagi pula, jika aku pergi jauh…aku akan kehilangan waktu yang banyak untuk menemani hari tua orang tuaku. Jika belum bersumi, maka patutlah diriku taat pada kedua orang tuaku. Lain lagi jika sudah bersuami, ya harus turut suami sekalipun tinggal di lubang buaya ya harus turut suami. Toh, dimanapun kita mengajar asal kita niatkan ibadah, Allah akan melihatnya sebagai ibadah dan dicatat sebagi amalan jahriah. Bukankah begitu???

About powerenjers143akhwat

>>>Ingin menjadi Hamba yang sholeha >>>Anak yang berbakti >>>Saudara yang menyenangkan >>>Istri yang sholeha >>>Ibu yang bijak >>>Guru yang profesional >>>Calon Penghuni syurga .....amiiinnn.... >>aku punya ambisi untuk mengelilingi dunia, melihat berbagai ciptaannya. tapi sayang keluar kota palembang saja aku belum pernah :(

3 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s