KARENA AKU ANAK ORANG MISKIN-KARENA AKU KURANG CANTIK…

Standar

Bismillaahirrohmaanirroohiim….

“Wanita itu dinikahi karena 4 perkara. Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya. Pilihlah wanita yang memiliki agama, engkau akan bahagia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

nikahilah karena agamanya....

Kali ini aku mau membagikan sedikit hasil ngerumpiku beberapa hari yang lalu🙂

Ceritanya, aku dan dua teman seprofesiku sedang menikmati makan siang bersama…

Cerita awalnya sih panjang. Aku hanya mau membagikan sedikit bagian pentingnya saja…

 

Nayla (nama disamarkan) :ya begitulah bug kenapa akhirnya kami tidak berjodoh, karena Nay tidak mendapt restu dari ibunya. Hanya karena Nayla anak orang miskin ….

 

Aku tiba tiba berhenti menyuapkan nasi ke dalam mulutku. Ku pikir kisah seperti itu hanya ada di sinetron saja….

 

Lala (nama disamarkan) : kalo saya tak jauh beda, saya tak jadi menikah hanya karena saya kurang cantik…

 

Kali ini aku benar benar melepaskan tanganku dari genggaman nasi. Ku perhatikan garis wajah Lala, secara definisi kecantikan yang digembar-gemborkan iklan, memang Lala ini dibawah garis standar yang ditetapkan. Tetapi Lala ini gadis yang manis..

 

Aku: kok gitu, La? tanyaku masih tak percaya..

 

Lala: iya hanya karena aku kurang cantik, Fit. Padahal mestinya 2010 aku sudah menyandang status sebagai seorang istri. Persiapan pernikahan sudah matang, cincin sudah dibeli. Tapi apalah daya, jika ibunya tak merestui. Ya, hanya karena aku kurang cantik.

 

Entah bagaimana, hatiku jadi ikut sakit. Aku memang tak memiliki kisah cinta serumit itu, karena aku memang tak pernah membuatnya rumit, dan alasan yang paling tepat aku memang tidak pernah memiliki kisah cinta.. #anggap saja begitu#

 

Nayla: iya, Nay juga khirnya putus dengan pacar Nay. Tak ada gunanya meneruskan hubungan jika tak mendapt restu. Bapak Nayla juga sedih ketika Nay menceritakan penyebab berakhirnya hubungan kami

 

aku beristighfar, ku rasa Lala juga begitu..

 

Aku: Umur Lala sekrang berapa?

 

Lala: 25 tahun

 

Cerita tetap berlanjut. Kalau masalah percintaan, aku selalu menjadi pendengar. Aku hanya menjadi pendengar yang baik. Saat itu Nayla dan Lala masih asik dengan kesamaan nasibnya. Sama sama tak direstui orang tua. Saat mereka asik curhat-curhatan, pikiranku sudah melayang jauh. Umur Lala saat ini 25, memang sudah sangat pantasnya untuk menikah. Apalagi Nayla, saat ini sudah 28 tahun. Tapi apalah daya, jodoh itu misteri Tuhan.

 

Jodoh itu sama saja halnya dengan kematian. Ia tidak memandang umur. Mau tua mau muda… sekali lagi jodoh itu sama seperti kematiian…

 

Aku melanjutkan makan siangku, kupingku masih mendengarkan kisah perjalanan cinta kedua temanku itu..

Tapi sungguh pikiranku sudah melayang jauh… Saking jauhnya pikiranku teringat pada jargon si Ti Pat Kai dalam sireal KERA SAKTI SUNG GO KONG “sejak dahulu beginilah cinta, deritanya tiada akhir”

 

Aku juga teringat dengan hadist nabi, yang sudah ku kutif di awal tulisan ini..

“Wanita itu dinikahi karena 4 perkara. Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya. Pilihlah wanita yang memiliki agama, engkau akan bahagia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Sudah jelas-jelas, pesan Rosululloh, nikahilah wanita karena agamanya. Masalah lain-lain adalah bonus saja.

em,,,artikel ini nanti akan saya lanjutkan. tapi nanti saja…. heheheh

 

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s