JADI PNS::MAKAN NASI SAMA GARAM

Standar

Yah, nasib wisudawan tanpa gelar PNS…

Entahlah, menurutku jadi PNS itu tidak menjamin kebahagiaan ataupun kesejahteraan. Hanya saja ukuran kesuksesan bagi orang tuaku adalah ketika anaknya diterima sebagai PNS -_-‘

Em…berbagi sedikit tentang percakapanku dengan salah satu sahabatku…kira-kira beginilah percakapan yg terjadi melalui SMS itu…

 

Nayla (nama disamarkan): wak dak usahlah wak tobo milu tes CPNS di bangka.. (artinya: say kita tidak usah mengikuti tes di Bangka)

 

Aku: Ngape wak? (artinya: kenapa say?”

 

sebenarnya percakapan kami menggunakan bahasa pegagan, namun akan saya konversi ke bahasa indonesia sajalah ya…

 

Nayla: Kata ibuk-ibuk di Sekolah aku ngajar di Bangka itu nggak enak. Memang peluangnya besar. Tapi say, aku punya kenalan di sana. Ceritanya di Bangka biaya hidup di sana mahal. Percuma gaji besar kalo biaya hidup mahal. Terus di sana juga jauh. Akses jalan susah. Mau ke pasar aja susah. Temenku di sana sering makan nasi pakai garam. Percuma say banyak uang, kalo makan saja susah. tidak bahagia hidup kita”

 

Aku merenungi kata-kata Nayla. Sepertinya ada benarnya juga🙂

 

Nayla: say, kalo kita PNS di bangka, kita tidak punya keluarga. Kita jadi orang bangka…

 

Aku: yaaa, mangkanya kalo sudah PNS dibangka jangan nikah sama orang bangka. kita cari saja suami orang ogan ilir. supaya bisa kembali ke kampung halaman. alasannya “turut suami” wkwkwkwkwk

 

Nayla: emang bisa say?

 

Aku: yaa bisa-bisa sajalah ^__^

 

heheheh kalau dipikir-pikir percakapan kami ini agak gimanaaaa gitu qiqiqqiqi

 

seumur hidupku, rasanya belum pernah makan nasi pake garam…

tak terbayang rasanya, pasti asin :p  #kalo manis itu namanya nasi pake gula ^_^

 

Tapi kalo dipikir-pikir lagi. Jika memang harus tingga di bangka. Dan bertemu jodoh orang sana. Ku rasa nasi pakai garampun dengan keajaiban cinta Insya Allah akan terasa seperti nasi goreng keasinan hehehe

 

Karna itulah cinta….

Ia bisa merubah yang sederhana menjadi istimewah. Yang derita bisa bahagia. Lautan ku daki gunung ku seberangi wkwkwkwk #kebalik yah🙂

 

Intinya, jikalah memang mencintai..ia takkan ragu hidup susah bersamamu. Makan seadanya, tinggal secukupnya. Asal ada cinta dan iman.

 

cinta merubah derita menjadi bahagia…

iman bisa merubah ujian menjadi kesyukuran…

 

itulah cinta..

 

ya jika kita punya cinta ^__^,

 

Pasalnya, kalau harus ke bangka…

Aku tidak punya keluarga di sana… (tidak ada yg bisa dicintai)

Dan tak ada jaminan, aku bisa menemukan orang yang bisa ku cintai..

Tak ada jaminan aku bisa berjumpa orang, yang membuatku merasakan nasi pakai garam serasa nasi goreng heheeheh

 

dan akhirnya,, keputusan itu ku kubur sajalah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s