Bosan Jadi Guru V_V

Standar

LAHIR KEMBALI MENJADI GURU
(Oh Guru ku, I Love You…)
27 November 2011, in front of PC Jelexx
Ketika Hujan redah…

Kita jadi pintar dididik pak guru…
Kita bisa pandai dibimbing buk guru…
Guru bak pelita menerangi dalam gulita…
Jasamu tiada tara…
# lagu jadul yang dulu sering diputar di TVRI #

Beberapa hari ini aku mulai bosan dengan rutinitasku sehari-hari. Dibilang padat, rasa-rasanya aku masih mempunyai waktu senggang untuk berleha-leha atau sekedar menjulurkan kaki ku. Tapi entahlah, beberapa hari ini aku mulai bosan dengan rutinitas mengajarku.

Aaaaggggghhhh…!!!!
Entahlah, sepertinya aku kehilangan semangat mengajar dulu yang mengebu-ngebu.
Aku ingat, sangat ingat niat awalku mengambil profesi keguruan ini. Niat awalku adalah ingin mempertahankan jilbabku. Karna menurut kaca mataku ketika SMA, hanya keguruan saja profesi yang bisa membebaskan wanita untung memakai jilbab yang syar’i. ya, maklum, ketika itu pemakaian jilbab tak terlalu menjamur seperti sekarang. Kalaupun ada instansi yang memperbolehkan wanita berjilbab, setidaknya harus lilit sana sini. #Alhamdulillah, sekarang jilbab sudah bisa berkibar diman saja^^

Selain ingin mempertahankan identitas keislaman, aku juga merasa profesi keguruan itu adalah ladang amal. Tau dong dengan amalan jahria yang akan tetap mengalir walau kita telah meninggal. Bayangkan, betapa bahagianya bisa menjadi guru, bisa dipanggil “ibu” oleh siapa saja. Bisa menjadi panutan yang bisa diguguh dan ditiru. Subhanalloh, aku ingin sekali menjadi guru. Penjadi pendidik generasi barisan terdepan. Mengajar adalah ladang da’wah dan ladang pahala. Subhanalloh…..

Aku ingin mengecas semangat keguruanku. Aku pernah ingiiiiin sekali pergi kedaerah tertinggal dengan membawa setumpuk buku kepada mereka. Pernah, aku ingin sekali bisa mengajarkan membaca, menulis dan berhitung kepada adik-adikku yang memiliki semangat menimbah ilmu di daerah tertinggal dan terdalam. Ingin sekali menjawab pertanyaan pertanyaan mereka mengenai dunia luar. Pernah aku bercita-cita ingin sekali mengajarkan mereka mengenal teknologi. Pernah aku ingiiiiin sekali bercerita kepada mereka tentang mimpi dan harapan.

AKU INGIN MENJADI GURU…. #Doaku ketika itu#

Tapi sekarang aku malu, semangatku hilang. Rasanya aku bosan sekali dengan rutinitas mengajar ini. Entahlah, rasa-rasanya aku sangat bosan. Kadang aku beristighfar takut ini sebagai kufur nikmat. Tapi bagaimana jika hatiku telah mencapai titik kebosanan?? Pasalnya aku memang mudah sekali bosan terhadap hal-hal yang membuatku tertekan…

Aku Tertekan menjadi guru…..

Ada beberaa hal yang membuatku tertekan yang sulit aku share di space ini, karna kadang perasaan itu sulit dituliskan dalam rangkaian kata-kata. Bukan karena aku menyesal dengan pilihan, sungguh aku bahagia menjadi guru tapi sungguh aku lagi bosan. Bosanku terhadap aturan yang mengekangku berkreatifitas. bosan aku terhadap sistem yang bertentangan dengan naluriku. Bosan aku dengan pengawasan. Sungguh, aku tertekan dan sungguh aku bosan. Astaghfirulloh.

Ya, kini aku sadar, bukan aku bosan menjadi guru…
Tetapi aku bosan dengan sistem ditempat kerjaku…..
Persyaratan mutlak, kelas harus diam, sunyi senyap seperti dikuburan..
Kadang aku ingin sekali menerapkan metode dan model pembelajaran yang aku timba dari perguruan tinggi ku, yang akibatnya membuat kelas sedikit gaduh dengan gelak tawa. Tapi, seketika aku merasa tertekan, jika diawasi terus oleh atasan karna kelasku katanya gaduh dan mengganggu proses belajar mengajar.

Terkadang aku juga menerapkan belajar sambil bermain#olahraga#
Ya, menurut berbagai teori kependidikan terkadang siswa jenuh dengan sistem belajar lihat, dengar dan catat. Alternatif memasukkan permainan kedalam proses belajar mengajar akan membuat siswa tertarik dan pelajaran akan terekam lebih lama didalam otak anak. Tapi sayang, lagi lagi pengawasan terjadi di kelasku. Sungguh, hal tersebut membuatku menjadi tertekan.. rasa-rasanya harga diriku sebagai guru jatuh!

Heemm, sudahlah…
Jadi males aku ngelanjutinya.

NB: walau demikian orang yang ku sebut atasan itu sebenarnya ia bukanlah atasan (bos)ku. Dia hanya orang yang bertugas menjaga ketertiban lingkungan belajar. Jadi aku tak bisa menyalakannnya. Terlepas dari pengawasan, orang tersebut sangat baik padaku, ramah dan bersahabat. Hanya satu itu saja, aku tak suka diawasi.

About powerenjers143akhwat

>>>Ingin menjadi Hamba yang sholeha >>>Anak yang berbakti >>>Saudara yang menyenangkan >>>Istri yang sholeha >>>Ibu yang bijak >>>Guru yang profesional >>>Calon Penghuni syurga .....amiiinnn.... >>aku punya ambisi untuk mengelilingi dunia, melihat berbagai ciptaannya. tapi sayang keluar kota palembang saja aku belum pernah :(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s