Sekedar Curahan Hati yg Dulu

Standar

Indralaya, 19 November 2011
Menunggu waktu dzuhur

Aku tak ingin mendikte orang lain, ini kisahku rasaku dan keinginanku. Perna suatu ketika aku merasa sepi, merasa sendiri, merasa takada satupun orang yang mau menolongku bahkan sekedar memberikan bahunya untukku bersandar. Tidak teman satu kelas, tidak teman sejati, tidak juga teman tarbiyah, bagiku saat itu persahabatn sejati hanyalah teori dan ukhuwah sekedar permainan kata-kata yang dikirim melalui SMS. Ingin menangis kencang percuma air mataku juga tak bisa terjatuh. Mau curhat rasanya aku juga tak tau apa yang harus aku ceritakan dan harus dimulai dari mana. Mau berteriak ntar aku dikira sudah gila…!

Pernah juga aku menuntut pamri, kenapa aku selalu mengerti perasaan orang lain, tetapi kenapa orang lain tak mau memahami perasaanku. Pernah suatu ketika aku merasa aku selalu menolong orang lain, lalu kemana orang lain tersebut saat aku sungguh butuh bantuan mereka.

Setelah beberapa saat aku sadar…
Itulah keterbatasan manusia….
Itulah lemahnya manusia…
Astaghfirulloh.

Menangislah sekencangnya, di lisanmu maupun jeritan di hatimu. Ada Allah yang mendengarnya. Oh Allah, sunnguh kau teman disaat Suka dan Duka.

About powerenjers143akhwat

>>>Ingin menjadi Hamba yang sholeha >>>Anak yang berbakti >>>Saudara yang menyenangkan >>>Istri yang sholeha >>>Ibu yang bijak >>>Guru yang profesional >>>Calon Penghuni syurga .....amiiinnn.... >>aku punya ambisi untuk mengelilingi dunia, melihat berbagai ciptaannya. tapi sayang keluar kota palembang saja aku belum pernah :(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s