Allah memayungiku sebelum aku kehujanan

Standar

Tepat empat tahun aku menantikan hari yang sangat bersejarah dalam hidupku. Empat tahun adalah proses yang penuh dengan air mata dan dan berjuta senyum tawa. Aku bersyukur padaMu Allah, berkah pertolonganMu yang sangat dekat dengan syukur dan sabar akhirnya hamba bisa menyelesaikan kuliah hamba🙂 Dan sebongkah rasa haru mempersembahkan gelas S.Pd kepada kedua orang tuaku❤ Kepada Dua insan yang telah berdoa siang dan malam untuk kebahagianku. Dua orang yang memeras keringat dan dengan lirih berharap dalam hati Allah akan selalu memayungi perjalananku. Sungguh, puji syukurku tiada terkita. Alhamdulillah

cita cinta fitri

Selalu, Allah memyungi perjalananku. …

Entahlah, sungguh Allah Maha Pengampun setiapp keluh kesahku kurang akan NikmatNya. Sungguh Allah Maha Penyayang, setiap kesendirianku ia memelukku dengan erat. Oh Allah sungguh Tida yang dapat menghitung setiap nikmatMu. karna nikmatmu tiada terhitungkan.

 

Back to cerita wisudahku…..

Kau tau teman, banyak temanku yang bahagia dengan wisudahnya🙂

yeeee tentulah….

tapi teman, ada hal yang tak pernah kau ketahui, hingga kau bisa measakannya ketika kau mendekati wisudah, atau saat wisudah, atau setelah wisudah. Ada hal yang tak kau bayangkan teman. Dan teman-temanku mulai merasakannya. Ini time renjers merangkumnya dalam beberapa bullet🙂

  • Pertama, setelah wisudah, kamu pasti malu kalo minta uang jajan sama Ortu. Naluri ‘mandiri’ mu mulai muncul. sebenarnyaperasaan ini wajar, mengingat usisudah bukan remaja lagi. Selain itu, selama kuliah kamu sudah ditanggung biaya ini dan itu, nah setelah wisudah rasanya ini dan itu sudah tidak wajar lagi ditanggung orang tua.  Alhamdulillah, sebelum wisudah, aku sudah memulai membiayayi apa apa saja yang bisa aku biayai. yipe yipe, heheheheeh🙂 sekali lagi aku katakan ALLAH MEMAYUNGIKU SEBELUM AKU KEHUJANAN🙂🙂🙂
  • Ucapan selamat dan sanjung puji hanya akan bertahan selama seminggu. Maksimalah yah satu bulan.😥 Setelahnya kau akan dicibir itu yang paling menyakitkan. Alkisah ada seorang ibu yang anaknya mau menuruskan kepergurun tinggi. Tapi ibunya tidak setuju. Menurut si ibu lebih baik anaknya membantu bapaknya menggarap sawah. Hasilnya lebih nyata. “tuh lihat anak bibimu, udah sarjana tinggi tinggi, masih juga jadi pengangguran” huuuuuuuuuuuaaaahhhh pastii akan sangat menyakitkan banget deh😦
  • Bukan kamu saja neng yang mau cari kerja, ribuan sarjana baru juga mempunyai tujuan dan maksud yang sama denganmu. Nah, pada fase ini kamu benar benar akan bersaing dengan kehidupan yang kata orang orang, inilah kehidupan yg sebenarnya. Lupakan kisah kisah manjamu. disinilah kau dituntut tegar. Tegar ketika melamar pekerjaan ditolah. belum juga masukin lamaran sudah ditolak. Hedewwwwwhhhhh hiks..hiks…hiks…. kisah sedih.  SEKALI LAGI, ALLAH MEMAYUNGIKU SEBELUM AKU KEHUJANAN. Alhamdulillah ketika aku semester 7 aku sudah mendapatkan pekerjaan yang lumayan menjanjikan *gaji nya* hehehehehe, sekali lagi Love you Allah 100%
  • Selesai wisudah, hatimu mulai gulana. Lirik kanan, tetangga teman sepermainan sudah punya dua anak. Lirik kiri tetangga baru adalah penganten baru. Mau maju mau mundur dihadiri guyonan “kapan kawin” alaaaamaaaaaaaaaakkkkk, pengennya sih cepet cepet. woi sodare sodare, pengennya secepat kilat saye nikahan. tapi apa daya hiks..hiks…hikss….😦 jodoh belum datang. Nah untuk yang ini, aku sedang menunggu “payung” dari Allah🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s