Teknik Pengambilan Sampel/ Tugas Kuliahku Doeloe

Standar

TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL

Teknik Pengambilan Sampel

Cara – cara pengambilan sampel penelitian dapat dilakukan sebagai berikut

Sampel Random atau Sampel Acak, Sampel Campur

Sampel acak adalah sample yang diambil dari populasi dimana setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama terpilih sebagai anggota sampel. Teknik sampling ini diberi nama demikian karena didalam pengambilan sampelnya, peneliti “mencampur” subjek – subjek didalam populasi sehingga semua subjek dianggap sama. Dengan demikian maka peneliti memberi hak yang sama kepada setiap subjek untuk memperoleh kesempatan (chance) dipilih menjadi sampel. Oleh karena hak setiap subjek sama, maka peneliti terlepas dari perasaan ingin mengistimewakan satu atau beberapa subjek untuk dijadikan sampel.

Terdapat berbagai cara bagaimana kita bisa memperoleh secara random:

  • memberi nomor semua anggota populasi, kemudian membuat nomor – nomor pada kertas – kertas kecil dan kemudian digulung, dimasukan kedalam tempat, dan di kocokhingga diperoleh sejumlah kertas kecil bernomor sebanyak yang diperlukan.
  • menggunakan daftar bilangan acak. Pada buku – buku statistika, pada umumnya bisa kita temukan daftar bilangan acak. Caranya adalah memberikan nomor semua anggota populasi, kemudian bukalah halaman pertama yang berisi bilangan acakdari sebuah buku statistika
  • menggunakan kalkulatotor. Pada kalkulator CASIO f× 3500, bila kita memijit “INV” dan “.”  Maka akan keluar bilangan acak yang keluar antara 0,000 dan 0,999. kemudian kalikan setiap bilangan acak yang keluar dengan 1000, maka akan diperoleh bilangan acak yang diharapkan (000 – 999).
  • menggunakan komputer mikro dengan BASIC bilangan acak sebanyak 200 buah besarnya dari 0 sampai dengan 999 dapat diperoleh dengan menggunakan perintah sebagai berikut :

10 FOR I = 1 TO 200

20 X = RND (1)

30 PRINT 1000*X

40 NEXT I

50 END

Tujuan sampel acak :

  • Dengan sampel acak memungkinkan diperolehnya data penelitian yang dapat digeneralisasi terhadap populasi yang luas dan kesesatan yang lebih terbatas(minim).
  • Dengan sampel acak peneliti mengaplikasikan kesimpulan statistik,dan hal itu berarti peneliti dapat menarik kesimpulan statistik tentang nilai-nilai parameter populasi,seperti : rata-rata,simpangan baku,dan lain-lain.
  • Dengan sampel acak dapat diperoleh kelimpok-kelompok sampel yang homogen satu sama lain,sehingga tidak perlu dilakukan pengujian homogenitas antar kelompok sampel.

Keuntungan pengambilan sampel dengan probability sampling( Random Sample ) adalah sebagai berikut :

  • derajat kepercayaan terhadap parameter dapat ditentukan .
  • beda penaksiran parameter populaso dengan statistik sampel dapat diperkirakan.
  •  besar sampel yang akan diambil dapat dihitung secara statistik. 

Pengambilan sampel acak bertahap (multistage random sampling.

Teknik pemilihan sampel dengan cara menggabungkan dua atau lebih rancangan sampel sekaligus

Keuntungan :

  • Varians yang relatif kecil untuk biaya  setiap unit
  • Kontrol terhadap kesalahan tak sampling menjadi lebih baik
  • Penelitian ulang membutuhkan biaya yang relatif kecil
  • Kontrol terhadap liputan penelitian lebih mudahdilakuk

Kerugian:

Pada Primary Sampling Unit (PSU)besar,penggambaran terhadap   populasi kurang baik, sedangkan  dengan PSU kecil hanya dapat dilakukan bila individu dalam populasi tidak tersebar

Tahap-tahap pengambilan sampel acak bertahap

Lakukan tahap-tahap rancangan klaster (pembagian daerah menjadi

Didalam pengambilan sampel, biasanya peneliti sudah menentukan terlebih dahulu menentukan besarnya jumlah sampel yang paling baik. Apabila sunjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Tetapi, jika jumlah subjeknya besar, dapat diambil antara 10 – 15 % atau 20 – 25 % atau lebih, tergantung setidak – tidaknya dari            :

  1. Kemampuan peneliti dilihat dari waktu, tenaga, dan dana
  2. Sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subjek, karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya data.
  3. Besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti. Untuk penelitian yang resikonya besar, tentu saja jika sampel besar, maka hasilnya akan lebih baik.

Penentuan besarnya sampel dengan persentase seperti yang dahulu banyak igunakan tampaknya kini sudah harus ditinggalkan. Agar diperoleh hasil penelitian yang baik, diperlukan sampel yang baik pula, betul – betul mencerminkan populasi.

*bersambung dulu yah, capek,, kapan kapan aku sambung lagi*

About powerenjers143akhwat

>>>Ingin menjadi Hamba yang sholeha >>>Anak yang berbakti >>>Saudara yang menyenangkan >>>Istri yang sholeha >>>Ibu yang bijak >>>Guru yang profesional >>>Calon Penghuni syurga .....amiiinnn.... >>aku punya ambisi untuk mengelilingi dunia, melihat berbagai ciptaannya. tapi sayang keluar kota palembang saja aku belum pernah :(

2 responses »

  1. Engkau nhe macam wonder women yang terjebak dalam dinding blog sendiri.
    Tapi thanks atas tulisannnya yang bermanfaat skale……………Salam dari jorge Faldano………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s