TUNTUTAN ORANG TUA…

Standar

RASANYA takkan perna habis tuntutan dari orang tua..

ya~~ itu si wajar, secara terkadang sesama orang tua tanpa disadari mereka berkompetisi antar sesama orang tua…

coba diingat-ingat deh…

ketika kita masih asyiknya bermain boneka dan mobil-mobilan orang tua kita sangat berharap sekali kita meninggalkan iru semua dan beralih ke buku dan pensil. apalagi kalo anaknya tetangga sudah masuk sekolah, otomatis keinginan orang tua kita semakin menuntut kita untuk seger memakai seragam merah putih itu….

ketika kita selesai sekolah SD, orang tua kita menuntut agar kita masuk ke SMP pavorit.. tidak cukup sampai di sana saja, keinginan agar kita memperoleh prestasi tertinggipun tak pelak menjadi tuntutan orang tua…

selesai…

Belom, ketika SMA orang tuapun menuntut agar anaknya masuk ke PTN ternama, selain bisa menjadi bahan “berbangga” ketika berkumpul dengan keluarga yang lain, hal ini tentu menjadi impian setiap orang tua^^

setelah masuk PTN..

menjalani hari-hari perkuliahan, hari berganti bulan berlalu dan tahun terus meranjak… satu per satu anak tetangga sudah pada wisudah semua…

Muncul pertanyaan baru….

“kapan Nyusun, Nak?”

“Kira-kira selesainya bulan berapa, Nak?”

“kapan wisudahnya?”

dan sederet pertanyaan lainnya tak terelakkan..

terkadang, sedikit membebani si Anak….

Hari yang dinantipun tiba…

si anak memakai toga dengan prestasi yang baik….

Apakah selesai tuntutan itu….

BELOM…..

muncul kompetisi baru antar orang tua…

bagaimana caranya si anak bisa PNS dengan segera…

tanah terjual..

rumah tergadai…

mobil di sita,,, demi anak bisa masuk PNS….

*yaaahhh derita amat yah ni kisah*

akhirnya, di koranpun tertulis nama si anak, lulus PNS di daerahnya…

selesai?????

BELOMMMMM…..!!!

Orang tua mulai kebingungan, mengapa si anak tak pernah membawa ‘pacar’nya…… kenapa??? ya Orang tua tak sabar menimang cucu…

dan seterusnya..

dan seterusnya….

dan seterusnya……

Duhai diri, berbahagialah memilik orang tua yang selalu mengatur, selalu cerewet, selalu marah-marah namun jauh dari situ, sebenarnya Beliau sangat menyayangimu. terkadang aturan-aturannya adalah bukti cintanya, yang tak dapat ia nyatakan dalam peluk dan cium…

I Love you Mom and Dad^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s