PRINSIP-PRINSIP GERAKAN ISLAM

Standar

PRINSIP-PRINSIP GERAKAN ISLAM

  1. 1. Kewajiban Tandhim ’Organisasi’ dalam Gerakan Islam

Banyak isu yang berkembang bahwa sesungguhnya Tandhim (organisasi) sama sekali tidak penting dalam gerakan islam. Perjuangan melalui organisasi politik adalah usaha yang sia-sia. Usaha yang dapat dilakukan hanyalah melalui jihad saja.

Sebenarnya paham ini benar, tetapi tidak semuanya benar. Benar dalam artian bahwa jihad merupakan jalan yang paling tinggi disisi Allah. Tetapi, bukan bearti berdiplomasi melalui organisasi itu salah dan sia-sia. Justru harus ada segolongan umat yang menyeruh kepada kebaikan dan menjegah dari ekmungkaran.

Kalau tidak ada segolongan umat yang memasuki dunia organisasi, maka pergerakan organisasi akan dikuasai oleh orang yang tidak visioner terhadap pergerakan islam. Sama hal nya, jika  tidak ada segolongan orang yang terjun ke dunia perpolitikan, maka perpolitikan di suatu negara akan dikuasai oleh orang-orang yang tidakm menyukai islam. Jika kita tidak mengerti politik, maka kita akan selalu dibuat objek politik. Kita akan selalu dijadikan boneka dengan segala permainan yang mereka sebut dengan ”kebijakan”.

Kebalikan tandhim adalah kekacauan

Sesungguhnya jika fikrah tandhim tidak dijalankan, maka yang akan terjadi adalah kekacauan dalam gerakan dan tidak teratur (faudlawiyah)

Menolak tandhim bearti memedomani spontanitas

Prinsip tandhim ini sama halnya dengan perencanaan dalam manajemen. Jadi jika ada golongan yang menolak prinsip tandhim sesunggunya golongan itu telah merencanakan kehancuran golongannya sendiri. Karena spontanitas merupakan kebalikan dari kekuatan, persatuan, dan tidak sesuai dengan hukum ﷲ. Mengapa kita harus menolak untuk bersatu dalam satu barisan, bukankah ﷲ sangat menyukai barisan yang rapid an kokoh? Bahkan Rosullullah melakukan perencanaan yang matang sebelum bergerak dalam melawan musuh-musuh ﷲ. Mengapa kita tidak mengikuti jejak sang suri tauladan alam semesta?

  1. 2. Kewajiban Takamul ’Totalitas” dalam Gerakan Islam

Arti takamul dalam gerakan islam

Takamul adalah gerakan yang tegak di atas ihtiman (perhatian) dan i’dad (penyiapan) secara menyeluruh di semua aspek untuk menghadapi realitas jahilia dan realisasi reformasi islam.

Parsialisme dalam gerakan islam

Juz’iyyah (parsialisme) adalah semua usaha yang harus mngurus salah satu aspek gerakan islam, konsisten dengan gerakannya dan tidak melampauinya, meyakininya dan menolak selainnya, menganggap bahwa itulah satu-satunya cara pembinaan dan dan perbaikan, bukan yang lainnya.

Parsialisme hanya menganggap bahwa amanah ﷲ hanyalah sebatas pembinaan mental dan moral. Dengan kata lain para da’I tidak perlu memperhatikan aspek-aspek sosial, harakah, politik dan jihad.

Parsialisme menyebabkan gerak langkah menjadi sempit. Karena dalam perjalanannya tidak pernah membicarakan lompatan-lompatan jitu dalam mennadakan reformasi. Akhirnya gerakan parsial mengalahkan gerakan yang total. Dengan demikian pandangan yang benar menjadi kabur bahkan hilang.

Bahaya parsialisme dalam gerakan islam adalah lahirnya pribadi-pribadi muslim yang salah dalam memahami islam. Akibat lebih lanjut adalah memburuknya potret islam di tengah-tengah  masyarakat dan membuat islam dijauhi. Meminimkan potensi-potensi yang ada, dan pengerdilan jiwa.munculnya penyakit pluralisme dan sektarianisme yang dapat menimbulkan perpecahan antar aktivis dakwah.

“Kemudian kamu (bani israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampong halamannya, kamu Bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebagian Al-Kitab dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sanngat berat. ﷲ tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. (Al-Baqarah: 85)

Manhaj islam yang komprehensif mengharuskan adanya gerakan islam yang komprehensif

Salah satu karakter manhaj adalah komprehensif, menyeluruh dan memuat banyak system yang dapat memenuhi kebutuhan manusia. Seperti islam memiliki system yang mengatur hubungan manusia dengan ﷲ tuhannya. Memiliki system perekonomian, islam memiliki system politik yang dapat diletakkan Negara. Islam memiliki system militer yang mengatur landasan-landasan militer.

Tantangan multidimensi mengharuskan perlawanan yang multidimensi

Saat ini islam sedang banyak mengalami tantangan di setiap tempat. Dalam pergerakan politik, islam dipaksa keluar dari lini persaingan. Sejumlah partai mendapat suplay bantuan dari Negara yang ingin menghancurkan islam. Dukungan itu agar partai yang non berbasis islam dapat menentukan kebijakan. Musuh-musuh islam telah tersebar dalam seiap aspek. Mulai dari golongan terpelajar, seperti mahasiswa dan dosen sampai dengan buruh, kepemudaan dan kewanitaan.

Dengan situasi yang menghimpit itu masih patutkah kita bekerja sendiri, parsial, tidak meyeluruh dan tidak total? Dengan menyatukan langkah ditambah dengan logika syriat yang tidak sedia menyerah para pengikutnya dalam urusan agama, menyerah kepada musuh ﷲ.

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi….” (Al-Anfal:60)

“Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya sedang kamu mengharap dari pada ﷲ apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah ﷲ Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”

  1. 3. Kewajiban Tawazun ’Keseimbangan’ dalam Geraka Islam

Tawazun adalah keadilan timbangan dan ukuran serta tidak adanya perselisihan dalam semua permasalahan, baik itu materi maupun mental. Jadi jika tawazun tidak dimiliki maka akan berat pada satu sisi saja. Sedangkan yang lainnya  terabaikan. Untuk mendapatkan keseimbangan dalam kepribadian, gerakan dan reformasi yang islami diperlukan adanya pemahaman manhaj islam dari segi prinsip, asas, pilar-pilarnya.

Skala prioritas merupakan wujud tawazun dalam pelaksanaan prosesnya. Berikut merupakan hal penting dalam penyusunan skala prioritas dalam gerakan dakwah:

  1. Aspek aqidah dan tarbiyah

Sesungguhnya logika skala prioritas merupakan aspek ideologis yang mendasari setiap perbuatan. Bahkan perbuatn itu tidak akan ada nilainya tanpa adanya skala prioritas.

”Sesungguhnya ﷲ tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari  (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya. Barang siapa yang memperseekutukan ﷲ, maka sesungguhnya ia telah berbuat dosa yang besar.” (An-Nisa: 48)

  1. Fiqh, aqidah, dan syariat

Hal ini yang paling utama dibandingkan fiqh-fiqh yang lain. Hal ini diakui dalam logika skala prioritas, sesuai firman ﷲ

”….Niscaya Allah akan meninggikan orrang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat….” (Al-Mujadilah: 11)

  1. Ibadah dan logika tawazun

Ibadah dalam bingkai tawazun ia tunduk dalam skala prioritas. Ia dapat membedakan man ibadah yang didahulukan atas ibadah yang lain,.

”Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak –banyak supaya kamu beruntung.

  1. Kekuatan dan logika tawazun

Kekutan yang dimaksud disini adalah kekuatan militer yang seseuai dengan sikon yang meliputi islam. Jika islam dalam keadaan normal, maka perang tidaklah menjadi hal yang mendasar. Tetapi jika islam diserang dan dizolimi maka hukumnya menjadi wajib bagi setiap muslim untuk membela agamanya.

  1. Politik dan logika tawazun

Diantara bentuk tawazun dalam gerakan islam ialah bila gerakan politik (seperti gerakan militer) mendapatkan porsi dan karakternya sesuai ketentuan. Bila tidak maka gerakan militer hanya akan menjadi slogan saja.

  1. 4. Kewajiban Wihdan ’Kesatuan’ dalam Gerakan Islam

Pluralitas dalam gerakan islam menjadi fenomena global dalam setiap negara. Herannya meskipun sudah banyak organisasi islam dan jam’iyah membenarkan terbentuknya jam’iyah yang baru.  Hasil pluralitas ialah banyaknya alasan yang digunakan oleh kaum muslimin untuk menghindari harakah, terjadinya propoganda yang memecah kesatuan islam, memudahkam musuh untuk melakukan penghancuran karena tidak adanya penguatan jam’iyah.

Latar belakang yang sesungguhnya dari pluralitas adalah keperluan militer. Misalnya saja dengan lahirnya jam’iyah yang baru maka dapat dibentuk aliran yang menyimpang.

Selain itu keinginan menjadi seorang pemimpin menjadi modus lahirnya jam’iyah yang baru, ambisi ingin mendapatkan kekayaan, dan yang tak kalah pentingnya karena adanya pembodohan karakter .

Kesatuan gerakan islam adalah kewajiban syar’i

  1. Kesatuan merupakan prinsip ﷲ

”Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.” (Al-Anbiya: 92)

  1. Anjuran untuk dan larangan berselisih adalah prinsip ﷲ

”Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamaNya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanmgggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” (Al-An’am: 159)

  1. Komitmen terhadap satu jamaah adalah prinsip sesuai sabda rosul

”Jamaah (persatuan) adalah rahmat dan perpecahan adalah siksa.” (Kitab zawaidul musnad)

  1. 5. Prinsip Tarbiyah Jihadiyah

Sesungguhnya islam menyerukan jihad, dan jamaah yang islami adalah gerakan jihad. Tarbiyah jihaddiyah sama sekali tidak bearti menggugurkan kewajiban lainnya. Tidak bearti juga seserang itu harus memusatkan dirinya pada masalah militer, perperangan dengan kata lain tidak meninggalkan tarbiyah ruhiyah.

”Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia sangat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”

  1. 6. Kewajiban Tarbiyah Amniyah ’Pendidikan Securiti’ dalam Gerakan Islam

Tarbiyah Amniyah adalah berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan keselamatan dan menjauhkan dari bahaya.

”Hai orang-oang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syririk), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Islam mendorong umatnya untuk melakukan upaya-upaya melingi diri dan  berhati-hati serta melarang umatnya untuk menenggelamkan diri.  Berikut merupakan unsur-unsur dalam tarbiyah amniyah: Sirriyah ’merahasiakan’ tidak membongkar rahasia internal, Tamwih ’penyamaran’  Ar-rashdu ’pemantauan’ perlu dilakukan dalam kondisi apapun

  1. Mabdiyah ’Prinsip’ dan Marhaliyah ’Tahapan’ dalam Gerakan Islam dan kewajiban memegang prinsip

Banyak yang beranggapan jika partai islam tetap berpegang teguh pada tali keislaman maka akan sangat sulit memasuki persaingan dunia politik. Maka anggapan ini menyatakan bahwa tidak masalah jika mengurangi sedikit syariat aqidah. Misalnya mengadakan orgen tunggal pada  saat kampanye dianggap tidak masalah asalkan biduwanitanya memakai pakaian yang cukup tertututp. Anggapan ini sebanarnya adalah anggapan yang memasuki racun ke dalam sendi-sendi keislaman.Oleh karena kita memerluka prinsip mabdiyah, yaitu sikap komitmen total terhadap syariat islam, baik itu dalam perbuatan maupun perkataan.

PRINSIP-PRINSIP GERAKAN ISLAM

  1. 1. Kewajiban Tandhim ’Organisasi’ dalam Gerakan Islam

Banyak isu yang berkembang bahwa sesungguhnya Tandhim (organisasi) sama sekali tidak penting dalam gerakan islam. Perjuangan melalui organisasi politik adalah usaha yang sia-sia. Usaha yang dapat dilakukan hanyalah melalui jihad saja.

Sebenarnya paham ini benar, tetapi tidak semuanya benar. Benar dalam artian bahwa jihad merupakan jalan yang paling tinggi disisi Allah. Tetapi, bukan bearti berdiplomasi melalui organisasi itu salah dan sia-sia. Justru harus ada segolongan umat yang menyeruh kepada kebaikan dan menjegah dari ekmungkaran.

Kalau tidak ada segolongan umat yang memasuki dunia organisasi, maka pergerakan organisasi akan dikuasai oleh orang yang tidak visioner terhadap pergerakan islam. Sama hal nya, jika  tidak ada segolongan orang yang terjun ke dunia perpolitikan, maka perpolitikan di suatu negara akan dikuasai oleh orang-orang yang tidakm menyukai islam. Jika kita tidak mengerti politik, maka kita akan selalu dibuat objek politik. Kita akan selalu dijadikan boneka dengan segala permainan yang mereka sebut dengan ”kebijakan”.

Kebalikan tandhim adalah kekacauan

Sesungguhnya jika fikrah tandhim tidak dijalankan, maka yang akan terjadi adalah kekacauan dalam gerakan dan tidak teratur (faudlawiyah)

Menolak tandhim bearti memedomani spontanitas

Prinsip tandhim ini sama halnya dengan perencanaan dalam manajemen. Jadi jika ada golongan yang menolak prinsip tandhim sesunggunya golongan itu telah merencanakan kehancuran golongannya sendiri. Karena spontanitas merupakan kebalikan dari kekuatan, persatuan, dan tidak sesuai dengan hukum ﷲ. Mengapa kita harus menolak untuk bersatu dalam satu barisan, bukankah ﷲ sangat menyukai barisan yang rapid an kokoh? Bahkan Rosullullah melakukan perencanaan yang matang sebelum bergerak dalam melawan musuh-musuh ﷲ. Mengapa kita tidak mengikuti jejak sang suri tauladan alam semesta?

  1. 2. Kewajiban Takamul ’Totalitas” dalam Gerakan Islam

Arti takamul dalam gerakan islam

Takamul adalah gerakan yang tegak di atas ihtiman (perhatian) dan i’dad (penyiapan) secara menyeluruh di semua aspek untuk menghadapi realitas jahilia dan realisasi reformasi islam.

Parsialisme dalam gerakan islam

Juz’iyyah (parsialisme) adalah semua usaha yang harus mngurus salah satu aspek gerakan islam, konsisten dengan gerakannya dan tidak melampauinya, meyakininya dan menolak selainnya, menganggap bahwa itulah satu-satunya cara pembinaan dan dan perbaikan, bukan yang lainnya.

Parsialisme hanya menganggap bahwa amanah ﷲ hanyalah sebatas pembinaan mental dan moral. Dengan kata lain para da’I tidak perlu memperhatikan aspek-aspek sosial, harakah, politik dan jihad.

Parsialisme menyebabkan gerak langkah menjadi sempit. Karena dalam perjalanannya tidak pernah membicarakan lompatan-lompatan jitu dalam mennadakan reformasi. Akhirnya gerakan parsial mengalahkan gerakan yang total. Dengan demikian pandangan yang benar menjadi kabur bahkan hilang.

Bahaya parsialisme dalam gerakan islam adalah lahirnya pribadi-pribadi muslim yang salah dalam memahami islam. Akibat lebih lanjut adalah memburuknya potret islam di tengah-tengah  masyarakat dan membuat islam dijauhi. Meminimkan potensi-potensi yang ada, dan pengerdilan jiwa.munculnya penyakit pluralisme dan sektarianisme yang dapat menimbulkan perpecahan antar aktivis dakwah.

“Kemudian kamu (bani israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampong halamannya, kamu Bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebagian Al-Kitab dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sanngat berat. ﷲ tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. (Al-Baqarah: 85)

Manhaj islam yang komprehensif mengharuskan adanya gerakan islam yang komprehensif

Salah satu karakter manhaj adalah komprehensif, menyeluruh dan memuat banyak system yang dapat memenuhi kebutuhan manusia. Seperti islam memiliki system yang mengatur hubungan manusia dengan ﷲ tuhannya. Memiliki system perekonomian, islam memiliki system politik yang dapat diletakkan Negara. Islam memiliki system militer yang mengatur landasan-landasan militer.

Tantangan multidimensi mengharuskan perlawanan yang multidimensi

Saat ini islam sedang banyak mengalami tantangan di setiap tempat. Dalam pergerakan politik, islam dipaksa keluar dari lini persaingan. Sejumlah partai mendapat suplay bantuan dari Negara yang ingin menghancurkan islam. Dukungan itu agar partai yang non berbasis islam dapat menentukan kebijakan. Musuh-musuh islam telah tersebar dalam seiap aspek. Mulai dari golongan terpelajar, seperti mahasiswa dan dosen sampai dengan buruh, kepemudaan dan kewanitaan.

Dengan situasi yang menghimpit itu masih patutkah kita bekerja sendiri, parsial, tidak meyeluruh dan tidak total? Dengan menyatukan langkah ditambah dengan logika syriat yang tidak sedia menyerah para pengikutnya dalam urusan agama, menyerah kepada musuh ﷲ.

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi….” (Al-Anfal:60)

“Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya sedang kamu mengharap dari pada ﷲ apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah ﷲ Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”

  1. 3. Kewajiban Tawazun ’Keseimbangan’ dalam Geraka Islam

Tawazun adalah keadilan timbangan dan ukuran serta tidak adanya perselisihan dalam semua permasalahan, baik itu materi maupun mental. Jadi jika tawazun tidak dimiliki maka akan berat pada satu sisi saja. Sedangkan yang lainnya  terabaikan. Untuk mendapatkan keseimbangan dalam kepribadian, gerakan dan reformasi yang islami diperlukan adanya pemahaman manhaj islam dari segi prinsip, asas, pilar-pilarnya.

Skala prioritas merupakan wujud tawazun dalam pelaksanaan prosesnya. Berikut merupakan hal penting dalam penyusunan skala prioritas dalam gerakan dakwah:

  1. Aspek aqidah dan tarbiyah

Sesungguhnya logika skala prioritas merupakan aspek ideologis yang mendasari setiap perbuatan. Bahkan perbuatn itu tidak akan ada nilainya tanpa adanya skala prioritas.

”Sesungguhnya ﷲ tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari  (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya. Barang siapa yang memperseekutukan ﷲ, maka sesungguhnya ia telah berbuat dosa yang besar.” (An-Nisa: 48)

  1. Fiqh, aqidah, dan syariat

Hal ini yang paling utama dibandingkan fiqh-fiqh yang lain. Hal ini diakui dalam logika skala prioritas, sesuai firman ﷲ

”….Niscaya Allah akan meninggikan orrang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat….” (Al-Mujadilah: 11)

  1. Ibadah dan logika tawazun

Ibadah dalam bingkai tawazun ia tunduk dalam skala prioritas. Ia dapat membedakan man ibadah yang didahulukan atas ibadah yang lain,.

”Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak –banyak supaya kamu beruntung.

  1. Kekuatan dan logika tawazun

Kekutan yang dimaksud disini adalah kekuatan militer yang seseuai dengan sikon yang meliputi islam. Jika islam dalam keadaan normal, maka perang tidaklah menjadi hal yang mendasar. Tetapi jika islam diserang dan dizolimi maka hukumnya menjadi wajib bagi setiap muslim untuk membela agamanya.

  1. Politik dan logika tawazun

Diantara bentuk tawazun dalam gerakan islam ialah bila gerakan politik (seperti gerakan militer) mendapatkan porsi dan karakternya sesuai ketentuan. Bila tidak maka gerakan militer hanya akan menjadi slogan saja.

  1. 4. Kewajiban Wihdan ’Kesatuan’ dalam Gerakan Islam

Pluralitas dalam gerakan islam menjadi fenomena global dalam setiap negara. Herannya meskipun sudah banyak organisasi islam dan jam’iyah membenarkan terbentuknya jam’iyah yang baru.  Hasil pluralitas ialah banyaknya alasan yang digunakan oleh kaum muslimin untuk menghindari harakah, terjadinya propoganda yang memecah kesatuan islam, memudahkam musuh untuk melakukan penghancuran karena tidak adanya penguatan jam’iyah.

Latar belakang yang sesungguhnya dari pluralitas adalah keperluan militer. Misalnya saja dengan lahirnya jam’iyah yang baru maka dapat dibentuk aliran yang menyimpang.

Selain itu keinginan menjadi seorang pemimpin menjadi modus lahirnya jam’iyah yang baru, ambisi ingin mendapatkan kekayaan, dan yang tak kalah pentingnya karena adanya pembodohan karakter .

Kesatuan gerakan islam adalah kewajiban syar’i

  1. Kesatuan merupakan prinsip ﷲ

”Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.” (Al-Anbiya: 92)

  1. Anjuran untuk dan larangan berselisih adalah prinsip ﷲ

”Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamaNya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanmgggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” (Al-An’am: 159)

  1. Komitmen terhadap satu jamaah adalah prinsip sesuai sabda rosul

”Jamaah (persatuan) adalah rahmat dan perpecahan adalah siksa.” (Kitab zawaidul musnad)

  1. 5. Prinsip Tarbiyah Jihadiyah

Sesungguhnya islam menyerukan jihad, dan jamaah yang islami adalah gerakan jihad. Tarbiyah jihaddiyah sama sekali tidak bearti menggugurkan kewajiban lainnya. Tidak bearti juga seserang itu harus memusatkan dirinya pada masalah militer, perperangan dengan kata lain tidak meninggalkan tarbiyah ruhiyah.

”Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia sangat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”

  1. 6. Kewajiban Tarbiyah Amniyah ’Pendidikan Securiti’ dalam Gerakan Islam

Tarbiyah Amniyah adalah berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan keselamatan dan menjauhkan dari bahaya.

”Hai orang-oang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syririk), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Islam mendorong umatnya untuk melakukan upaya-upaya melingi diri dan  berhati-hati serta melarang umatnya untuk menenggelamkan diri.  Berikut merupakan unsur-unsur dalam tarbiyah amniyah: Sirriyah ’merahasiakan’ tidak membongkar rahasia internal, Tamwih ’penyamaran’  Ar-rashdu ’pemantauan’ perlu dilakukan dalam kondisi apapun

  1. Mabdiyah ’Prinsip’ dan Marhaliyah ’Tahapan’ dalam Gerakan Islam dan kewajiban memegang prinsip

Banyak yang beranggapan jika partai islam tetap berpegang teguh pada tali keislaman maka akan sangat sulit memasuki persaingan dunia politik. Maka anggapan ini menyatakan bahwa tidak masalah jika mengurangi sedikit syariat aqidah. Misalnya mengadakan orgen tunggal pada  saat kampanye dianggap tidak masalah asalkan biduwanitanya memakai pakaian yang cukup tertututp. Anggapan ini sebanarnya adalah anggapan yang memasuki racun ke dalam sendi-sendi keislaman.Oleh karena kita memerluka prinsip mabdiyah, yaitu sikap komitmen total terhadap syariat islam, baik itu dalam perbuatan maupun perkataan.

”Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan RosulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan RosulNya maka sesungguhnya dia telah sesat, sesat yang nyata.”(Al-Ahzab:36)

”Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan RosulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan RosulNya maka sesungguhnya dia telah sesat, sesat yang nyata.”(Al-Ahzab:36)

About powerenjers143akhwat

>>>Ingin menjadi Hamba yang sholeha >>>Anak yang berbakti >>>Saudara yang menyenangkan >>>Istri yang sholeha >>>Ibu yang bijak >>>Guru yang profesional >>>Calon Penghuni syurga .....amiiinnn.... >>aku punya ambisi untuk mengelilingi dunia, melihat berbagai ciptaannya. tapi sayang keluar kota palembang saja aku belum pernah :(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s