MANAJEMEN DAKWAH KAMPUS

Standar

MANAJEMEN DAKWAH KAMPUS

Dakwah secara umum adalah kegiatan menyeruh ke jalan ﷲ untuk beriman kepada ﷲ dengan meninggalkan jalan kegelapan dan menuju jalan yang terang benderang. Dari hubungan tersebut kita dapat mnerik kesimpulan mengenai dakwah kampus. Dakwah kampus merupakan implementasi dakwah Karena ﷲ dalam lingkup perguruan tinggi. Dakwah kampus ini bertujuan menyeruh seluruh civitas akademik pada jalan kebenaran. Mengapa yang dipilih adalah dakwah kampus? Jawabnya adalah elemen kampus adalah mahasiswa dengan segala kemampuan intelektualitas dan profesionalitas. Hal ini akan sangat mempermudah dalam perbaikan dakwah pada umumnya. Karena sesungguhnya pemuda/ kaum mahasiswa merupakan para penerus masa depan.

  1. 1. Medan Dakwah Kampus
  2. Intra kampus seperti mahasiswa, dosen, dan karyawan kampus adalah objek dakwah kampus yang terdekat. Mereka inilah yang akan subjek pelaku dalam perubahan kondisi kampus yang lebih baik dan islami
  3. Ekstra kampus seperti liingkungan masyarakat dan negara merupakan elemen yang tak dapat dipisahkan dari elemen intra kampus. Karena sesungguhnya elemen intra kampus merupakan bagian dari elemen ekstra kampus. Oleh karena itu aktivis dakwah kampus harus menjalin relasi yang baik dengan pihak ekstra. Demi kelancaran dan kelanjutan dakwah baik itu dakwah kampus maupun dakwah secara umumnya.
  1. 2. Sistem dan Mekanisme Organisasi

Perangkat-perangkat organisasi

  1. Anggaran dasar merupakan salah satu elemen mutlak sebuah lembaga. Biasanya berisi karakteristik LDK seperti nama LDK, semboyan, posisi, status, waktu berdiri, jaringan kerja, keuangan dan bentuk kepengurusan.
  2. Anggaran rumah tangga berisikan hal-hal yang berkaitan dengan keanggotaan, majelis musyawara, pengurus dan pengurus inti.

Garis-garis besar haluan kerja (GBHK) LDK

GBHK adalah arahan gerak lembaga untuk mencapai tujuannya. GBHK juga membatasi arah dan gerak lembaga sekaligus sebagai acuan sebagai acuan menentukan suatu program kerja untuk periode tertentu.

  1. 3. Kaderisasi dan Manajemen SDM LKD

Manajemen SDM dalam Sebuah Organisasi (LDK) an Overview

Manusia merupakan aset bagi organisasi. Anggota inilah yang alan mengelolah organisasi dan mewujudkan visi misi. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan SDM yang bersifat efektif dan efisien.

Tiga hal yang berkaitan dengan SDM LDK adalah :

  1. Input dalam hal ini adalah mahasiswa/i yang bergabung di LDK. Segala potensi seperti fikriyah, jasadiyah, dan rukhiyahnya merupakan potensi yang telah dianugrahkan ﷲ kepada manusia, tinggal bagaimana ia mengoptimalkannya.
  2. Proses adalah peran serta LDK dalam  mengoptimalisasikan segala potensi yang ada di dalam diri setiap kader.
  3. Output dari pengelolaan SDM LDK adalah hasil akhir yang diinginkan dari proses. Dengan kata lain menghasilkan aktivis-aktivis LDK yang komitmen terhadap islam, dan intelektual muslim.

Biasanya pengembangan SDM ini dilakukan oleh devisi/biro/departemen PSDM, tetapi terkadang untuk pengefisienan kerja, PSDM dan pembinaan digabung dalam departemen kaderisasi. Karena keduanya sama-sama mengasilkan output yang sama yaitu kader yang unggul.

Sistem Pengelolaan SDM LDK

Sistem pengolaan SDM LDK akan dijelaskan lewat flowchart berikut:

Penjabaran Aktivitas Pengelolaan SDM LDk

  1. Perencanaan pengelolaan SDM LDK

Proses ini dilakukan setelah penentuan target, target, visi dan misi. Berikut merupakan konsepan alur kaderisasi

  1. Rekrutmen adalah proses menarik masuk calon SDM (calon mahasiswa muslim/ah) yang bergabung dalam LDK). Berikut merupakan prosedur prosedur terbuka dimulai dengan sosialisasi LDK dilanjutkan dengan publikasi rekrutmen terbuka, penyebaran dan pengembalian formulir. Pengolahan data dan wawancara terakhir publikasi pengurus.
  1. 4. Sistem dan Mekanisme Keuangan (Fundrasing)

Anggaran Keuangan

Anggaran adalah suatu pernyataan kuantitatif dari kegiatan/ tindakan yang akan direncanakan untuk satu periode tertentu. Anggaran keuangan harus dibuat karena sumber daya keuangan LDK terbatas.

Berikut ini beberapa istilah yang akan dibahas barkaitan dengan keuangan

{     Bendahara Umum adalah yang bertanggung jawab atas seluruh aktivitas keuangan LDK

{     Bendahara Departemen/ Biro adalah bendahara yang diangkat oleh departemen/ biro guna bertugas mengatur keuangan departemen/ biro

{     Departemen adalah devisi yang bersifat keluar/ eksternal

{     Biro adalah devisi yang menunjang aktivitas LDK secara internal, seperti biro kesekretariatan, biro humas, biro dana dan usaha.

  1. Penyusunan Anggaran

Penyusunan anggaran adalah proses pembuatan rencana anggaran keuangan LDK untuk satu tahun kepengurusan. Anggaran ini dibuat berdasarkan program kerja departemen biro. Berikut merupakan point-point penting dalam penyusunan anggaran

{     Program kerja dan anggaran keuangan LDK disusun setia hari untuk proker dalam kurun waktu satu tahun (periode pengurursan)

{     Setiap biro/ departemen dan bendum dalam LDK harus menyusun proker dan anggaran keuangan untuk dirapatkan pada rapat kerja awal kepengurusan. Anggaran yang dibuat oleh departemen /biro adalah anggaran operasional dan anggaran kepanitiaan/ proyek yang akan dilaksanakan departemen/biro. Sedangkan anggaran yang dibuat oleh bendahara umum adalah rencana anggaran rutin, rencana anggaran operasional pusat, anggaran dana taktis, dan proyek yang tidak dijalankan oleh departemen/ biro

{     Rencana pemasukkan di sini adalah rencana usaha yang akan dilakukan LDK untuk memperoleh pemasukan.

  1. Penetapan Anggaran

Penetapan anggaran adalah proses penyepakatan rencana anggaran keuangan yang telah dibuat dan disepakati dalam rapat kerja. Point-ponit penting dalam penetapan angggarn:

{     Program kerja dan anggaran keuangan yang diajukan dan dipertimbangkan pada raker.

{     Setiap pngururs patuh pada hasil keputusan raker.

{     Anggaran perlu bersifat fleksibel, jika angggaran pada tahun ituberkurang.

  1. Penggunaan Anggaran

Penggunaan anggaran adalah aktivitas pengeluaran dana untuk kegiatan-kegiatan yang telah disepakati dalam rencana anggaran dengan mengikuti mekanisme permintaan dana yang berlaku. Berikut merupakan  anggaran yang umumnya terdapat dalam LDK adalah:

{     Anggaran rutin

Anggaran rutin adalah anggaran yang pengeluarannya bersifat rutin atau periodik, seperti satu bulan sekali. Contoh: tagihan telpon, listrik, untuk pembelian alat tulis dan lain-lain.

{     Anggaran tidak rutin

Adalah anggaran yang pengeluarannya tidak rutin atau sesuai denngan perencanaan departemen/ biro. Contoh: dana operasional pusat, dana taktis (dana aksi), dana operasional departemen biro, dana proyek, dana sosial.

{     Anggarn lain-lain

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan anggaran

S       Setiap pengeluaran biro harus dilakukan &dipertanggungjawabkan oleh bendahara biro

S       Setiap dana yang keluar harus disetujui oleh ketua biro

S       Anggaran rutin dilakukan dan dipertanggungjawabkan oleh bendahara umum

S       Dana operasional tidak boleh mempergunakan dana yang berasal dari donatur seperti untuk dana kegiatan ramadhan.

S       Khusus dana yang berasal dari sumber khusus baik pusat, maupun biro harus harus dibuat LPJ terpisah (khusus)

  1. Permintaan Anggaran

@     Permintaan dana dari anggaran keuangan dilakukan / dipertanggung jawbakan oleh bendum terhadap seluruh aktivitas keuangan

@     Permintaan dana biro/departemen harus sesuai dengan yang disusun pada raker

@     Permintaan dan penerimaan dana sebaiknya dilakukan oleh bendahara pada masing-masing biro/ departemen.

@     Permintaan dana untuk kebutuhan LDK dilakukan & dipertanggungjawabkan oleh bendum

  1. Prosedur Permintaan dan Penggunaan Data

Prosedur-prosedur permintaan dana merupakan tahap-tahap ttekknis yang sebaiknya dilaukan dalam permintaan dana pada bendahara umum beserta form-form yang dibutuhkan

*   Mengisi form pemintaan dana

*   Form tersebut lalu diajukan pada bendum untuk dicek pada anggaran yang tersedia.

*   Jika disetujui, bendum mengisi form persetujuan dana

*   Bendum mengeluarkan form tanda terima pengeluaran dana

*   Setelah program/kegiatan bendahara harus membuat laporan pertanggung jawaban.

Pelaporan Keuangan

  1. Maksud dan Tujuan

Laporan keuangan merupakan cara untuk mempertanggung jawabkan penggunaan dana yang telah dikeluarkan. Tentu laporan keuangan ini harus dibuat serelevan mungkin dan terstandarisasi, agar setiap donatur, atau orang yang melihatnya dapat mengerti.

  1. Pelaporan penggunaan dana

ð     Setiap bendahara biro/departemen harus membuat laporan penggunaan dana secara berkala dalam bentuk interm laporan penerimaan dan pengeluaran dana serta anggaran

ð     Laporan tersebut dibuat dua rangkap untuk dikirim ke bendum

ð     Laporan keuangan yang dibuat oleh bendahara umum akan direkap menjadi laporan yang akan dibuat oleh bendahara umum

  1. Perangkat yang diperlukan
  2. bentuk laporan keuangan

Audit Internal

Audit adalah proses pengakumulasi dan pengevaluasian bahan bukti dari informasi pelaporan keuangan untuk dibandingkan dengan kriteria yang telah ditentukan, yang dilakukan pihak yang kompeten dan independen.

Jenis-jenis audit

  1. Audit atas laporan keuangan yang mengarah pada kelengkapan dokumentasi atas arus kas serta prosedur yang dibuat oleh organisasi.
  2. Audit atas sistem informasi, mengacu pada pengendalian interm intern  control organisasi
  3. Audit atas efisiensi kinerja yang digunakan sebagai pembandingan atas hasil yang dicapai dengan yang telah ditetapkan (direncanakan dalam perencanaan)

Pihak yang mengaudit adalah seseorang yang kompeten dan indefenden. Ia berdiri sendiri. Berada dibawak ketum dan di atas bendum

Mekanisme audit untuk laporan keungan dan efisiensi anggaran. Dan tahapan akhir adalah pemasukkan bukti-bukti berupa pemasukkan dan pengeluaran

Sumber dan Pengelolaan Dana

  1. Dana dari sumber internal seperti dari biro dana dan usaha
  2. Dana dari sumber eksternal seperti dana dari kemahasiswaan dan donatur

Pengelolaan/ Penggunaan Dana

  1. Untuk usaha mandiri
  2. Sebagian besar dana LDK digunakan untuk kegiatan yang telah direncanakan
  1. 5. Jaringan Bimbingan Dakwah Kampus

Wewenang Pelaksanaan

  1. Operasional LDK

Secara operasional LDK, peran biro dana dan usaha berperan penting dan bertanggung jawab atas berjalannya LDK. Tetapi tidak menutup kemungkinan dari biro lain

  1. Kepanitiaan dalam LDK

Bidang yang paling bertanggung jawab adalah biro dana usaha dan dibantu oleh BPH

Jenis Penggalangan Dana

  1. Usaha Mandiri sebagai penyaluran jiwa wira usahanya.
  2. Usaha kreatif
  3. Sponsorship
  4. Pengusahaan donasi melalui jaringan alumni
  5. Pengusahaan donasi melalui orang tua mahasiswa

Pengolaan Database Sumber Dana

  1. Pihak yang mengelolah adalah bendahara, biro danus dan kestari
  2. Cara pengelolaan dan pemeliharaan database, seperti kartu ucapan, SMS, dan souvenir

Membangun Jaringan (silaturahmi dengan komponen dalam dan luar kampus)

  1. Internal seperti pihak birokrat, dosen, aktivis ormawa lain)
  2. Eksternal kampus (LSM, pemerintah setempat, MUI, Depag, tokoh masyarakat)
  1. 6. Manajemen Syiar

Overview Syiar

Syiar merupakan suatu seruan atau usaha berupa perkataan maupun perbuatan guna mengajak pada  kebaikan. Syiar pada dalkwah kampus, tentu ruang lingkupnya berkkisar pada cangkupan kampus.

Tujuan syiar di kampus adalah menjadikan LDK sebagai leader opinoin di kampus, mensyiarkan nilai-nilai islam di kampus dan terciptanya citra positif dikalangan kampus. Selain itu kampus merupakan wadah intelektualitas berkumpul, maka akan sangat mudah dalam proses penanaman nilai. Dan pemuda adalah penerus generasi bangsa.

Media Syiar

  1. Media non event

ð     Media cetak seperti buletin, koran mahasiswa, mading, lembar dakwah, spanduk, poster.

ð     Media elektronik seperti home page, memanfaatkan radio kampus, tausiyah via SMS

ð     Penyediaan fasilitas keislaman, seperti perlengkapan musholah, alat sholat, kalender islami

  1. Media event

ð     Kajian, kuliah umum, talkshow, diskusi fanel. Dan seminar

ð     Diklat untuk mahasiswa baru muslim.

ð     Rihlah dan olahraga bareng

ð     Trainning, bakti sosial dan lain-lain

Alur Syiar

  1. Perencanaan (Planning)

Planning merupakan proses pemilihan informasi dan pembuatan asumsi-asumsi terhadap kecenderungan objek dakwah. Dengan kata lain, perencanaan adalah langkah awal dalam penyusunan rencana. Ada tiga hal dalam perencanaan adalah:

¶     Pengumpulan informasi: tentang keadaan lingkungan dakwah

¶     Prediksi masa depan: guna gerakan dakwah ke depan

¶     Penentuan kegiatan: berupa pertanyaan seperti apa?, mengapa?, kapan?, siapa? dll

  1. Pengorganisasian (Organizing)

¶     Adalah suatu proses penyesuaian struktur organisasi dengan tujuan, sumber daya dan lingkungan

¶     Prinsip dalam organizing adalah membagi pekerjaan, mengelompokkan posisi, menggabungkan unit-unit yang saling berkaitan, menempatkan seseorang pada tempatnya yang sesuai dengan keahliannya, menyesuaikan wewenang pekerjaan.

  1. Implementasi di lapangan (Actuating)

Koordinasi, mengerjakan pekerjaan sesuai dennga rencana, memaksimalkan potensi, lingkungan kerja yang baik, dan optimis.

  1. Pengawasan (Controlling)

¶     Prinsip controlling: mencerminkan sifat dari yang diawasi, mengetahui penyimpangan, mencerminkan pola kaderisasi, dapat diadakan perbaikan

¶     Jenis controlling: controlling dari segi waktu, objek dan subjek

¶     Metode controlling: umpan balik, diadakan bersamaan, pengontrolan sebelum terjadi.

¶     Pelaksanaan controlling: pelaksanaan langsung di tempat, laporan lisan, melalui tulisan, melalui penjagaan khusus

¶     Tolak ukur : kualitas hasil produksi, kuantitas produksi, dan waktu penyelesaian

  1. Mengevaluasi (Evaluating)

¶     Hal-hal yang harus dievaluasi: apakah kegiatan yang dilakukan tepat sasaran, sarana kegiatan dan kesesuaianya, waktu dan tempat kegiatan, hasil dan kinerja panitia.

¶     Pihak yang mengevaluasi: pemantau, peserta, panitia, dan pihak yang terkait

¶     Bentuk-bentuk evaluasi: tertulis dan lisan

Suplemen Syiar (Fungsi Humas)

¶     Publikasi kegiatan syiar: dengan memilih media publikasi, membuat desain publikasi, pembuatan media, pemilihan tempat publikasi

¶     Pemilihan materi publikasi: event apa yang akan diadakan,

¶     Media publikasi: media elektronik, cetak, maupun media yang dibuat oleh panitia, seperti, spanduk pada kegiatan acara.

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s