Standar

AL-QIYADAH WAL JUNDIYAH

Semua yang dilakuka secara bersama-sama akan sangat mempermudah dalam proses penyelesaiannya, mengefisienkan kerja dan hasil yang dicapai akan lebih memuaskan. Lalu mengapa langkah tidak kita susun rapi dalam satu barisan? Bukankah Allah sangat menyukai barisan yang rapi dan kokoh? Bukankah Allah telah berfirman agar umat islam sujud beserta orang-orang yang bersujud. Intinya, ada kewajiban dari setiap diri untuk beramal jamai.

  1. 1. Kewajiban Beramal Jamai

Hukum menyatukan langkah dalam beramal jamai adalah wajib. Sebab, sesuatu yang tidak sempurna pelaksanaan kecuali denganya adalah wajib. Maka setiap muslim wajib berusaha mewujudkan Daulah Islamiyah Alamiyyah, yang hanya dapat terwujud bila terjadi penyatuan langkah yang terkoordinasi.

Perlu ditekankan bahwa jamaah harus memiliki manhaj, pimpinan dan anggota. Dengan adanya manhaj jamaah mempunyai pedoman dalam melangkah, pemimpin yang mengatur pergerakan, tujuan, pengontrol, dan pengawasan dalam programnya.

Ibarat kepala bagi tubuh, pimpinan dalam satu jamaah adalah tempat berkumpulnya segala informasih, pemimpin bertugas memikirkan dan mengkaji setiap masalah yang dihadapi. Pemimpin juga sebagai simbol kekuatan, persatuan, kesatuan dan disiplin shaff.

Kualitas dan kuantitas dari anggota adalah elemen penting dalam amal jamai merupakan tiang dan fondasi yang kuat dan kokoh bagi berdirirnya daulah islamiyah.

Menurut Imam Hasan Al-Banna dalam menerapkan manhaj dan uslub dengan tujuan mempersiapkan kader secara berangsur-angsur (tajarud) melalui tahap perkenalan (ta’rif) pembentukan (takwin) dan pelaksanaan (tanfidz). Beliau juga meletakkan ciri-ciri dan syarat  bagi seorang muslim yang akan dipersiapkan yaitu: aqidanya lurus, ibadahnya benar, berakhlak muliah, berpikir cerdas, bijak, berbadan sehat dan kuat serta berguna bagi manusia, mampu bergerak dan berjuang, berdisplin dalam segala hal, menjaga waktunya, bermujahadatun nafs, memiliki faktor asasi.

  1. 2. Amanah dan Tanggung Jawab Pemimpin

Salah satu tugas manusia adalah sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi. Menjadi seorang pemimpin bukanlah kebanggaan, menjadi seorang pemimpin bukanlah kekuasaan, menjadi seorang pemimpin adalah amanah.

Ibnu Umar ra. berkata, Rasulullah saw bersabda:

”Tiap-tiap kamu adalah pemimpin dan setipa kamu akan dimintai pertanggung jawaban tentang rakyatnya. Pemerintah adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhdap rakyatnya. Lelaki itu adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhadap keluarganya. Wanita itu adalah pemimpin dala rumah suaminya dan bertanggung jawab terhadap yang di piminnya ( suami dan anak ). Pembantu itu adalah pemimpin dalam menjaga harta majikannya dan bertanggung jawab terhadap yang di pimpinnya.” (Muttafaq’alaihi)

Dalam satu jamaah, pimpinan mempunyai amanah dan beban yang sangat berat. Beban ini akan semakin bertambah berat bila

  1. Bertambahnya gelanggang pergerakan dan bertambahnya cabang jamaah.
  2. Semakin kompleksnya persoalan dunia islam.
  3. Semakin hebatnya tantangan yang dihadapi oleh harakah islamiyah

Besar dan beratnya tanggung jawab pimpinan, ditentukan oleh

  1. Besarnya cita-cita dan tujuan yaitu menegakkan daulah islamiyah.
  2. Banyaknya anggota menjadi tanggung jawab yang harus dipimpin dengan baik.

Sedangkan beratnya amanah yang dipikul tergantung

  1. Luasnya medan pergerakkannya.
  2. Produktivitas dari jamaan semakin besar pula.
  3. Terasa berat karena pimpinan harus mengkoordinir setiap jamaa
  4. Harapan besar jamah terhadap kinerja pemimpin
  5. Panjangnya perjalanan dakwah dan berliku-liku
  6. Ancaman terhadap dunia islam, baik itu internal maupun eksternal
  7. 3. Hal – Hal yang Membantu Terlaksananya Tugas Pimpinan

Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pada hakikatnya berada dalam genggamanNya. Sekuat dan sehebat apapun manusia, jika tanpa kemudahanNya, maka tidak akan pernah mampu untuk melangkah.

Oleh karena itu seorang pimpinan harus mempertimbangkan beberapa hal dalam mengambil keputusan, yang merupakan implementasi dari keyakinannya. Berikut ini merupakan hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin (tanpa meninggikan satu pihak, anggota juga harus memiliki sifat ini juga)

  1. Ikhlas karena ﷲ, serta benar dan jujur kepadaNya. Karena dua komponen ini merupakan prasyarat untuk memperoleh pertolongan dari ﷲ.
  2. Selalu menyadari dalam pengawasan ﷲ, hal ini akan mendorong pimpinan untuk bersegera dalam mengambil keputusan untuk keaikan umat.
  3. Senantiasa memohon pertolongan ﷲ. Menyadari bahwa segala keberhasilan terjadi atas pertolongan ﷲ. Sebaliknya segala kegagalan bukanlah suatu bencana, melainkan misteri yang akan berbuah manis pada ujungnya.
  4. Pemimpin harus memiliki rasa tanggung jawab, agar setiap keputusan yang diambilnya adalah amanah yang menyangkut umat.
  5. Memperhatikan pendidikan (tarbiyah) dan menyiapkan barisan baru setiap saat (kader)
  6. Hubungan yang harmonis antara pimpinan dan anggota, menjalin ukhwa islamiyah.
  7. Mampu membagi tugas kerja dan mampu menghendel baik itu pekerjaan maupun anggotanya.
  8. Menyatukan tujuan akhir, yaitu ridha ﷲ

a.   Akhlak dan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin

☺       Senatiasa mengharapkan akhirat karena ﷲ

☺       Senantiasa mensucikan hati dan meluruskan niat

☺       Memiliki ingatan yang kuat, bijak, cerdas, mapu menganalisis berbagai persoalan.

☺       Halus budinya, kasih-sayang dan ramah

”Maka disebabkan rahmat dari ﷲ kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya kamu bersikap keras dan berhati keras,tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun dari mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusn itu” (Ali Imran: 159)

☺       Bersahabat ”Ya ! Siapa yang menjabat suatu jabatan dlam pemerintahan umatku, lalu dia mempersulit dalam urusan mereka, maka persuli pulalah dia, dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan umatku, lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia” (HR. Bukhari-Muslim)

☺       Berani dan sportif. Keberanian yang paling hakiki adalah keberanian yang timbul  dari ketaatan dalam menegakkan yang haq dan menentan yang bathil.

☺       Shidiq, benar dalam berkata, sikap dan perbuatan. Sifat ini akan menebalkan kepercayaan baik itu anggota maupun orang lain terhadap suatu pimpinan

☺       Tawadhu’, merendahkan diri dan tidak membanggakan diri sendiri

”Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.” (Asy-Syu’ara: 215)

☺       Dalam perjalanan dakwah seorang pemimpin akan menjumpai berbagai persoalan yang memancing emosi, oleh karena itu seorang pemimpin harus memiliki sifat pemaaf.

”(yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. ﷲ menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Ali Imran: 134)

☺       Menepati janji dan bersumpah setia (Al Fath:10, Al Ahzab: 23-24)

☺       Sabar (Al Baqarah: 153, Ali Imran: 200, Az Zumar: 10)

☺       Iffah dan kiram sifat ini melambangkan kesucian jiwa dan kekuatan dalam menghadapi hawa nafsu. (Al Hasyr: 9)

☺       Wara’ dan zuhud dapat menjauhkan diri dari hal-hal yang bersifat syubhat agar terhindar dari fitnah dan dosa

☺       Adil, jujur, dan memelihara hal-hal yang dimuliakan oleh ﷲ

☺       Berlapang dada dan menghindari pengupat atau orang-orang yang ingin memancing emosi (kemarahan). Berikut ini HR Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Mas’ud

”Janganlah ada salah seorang dari sahabatku menyampaikan sesuatu (kata-kata umpatan) terhadap seseorang karena sesungguhnya aku keluar menemui kamu dengan hati lapang.”

b.   Tabiat Gerakan dan Medannya

Sehubungan dengan tabiat dan medan gerakan, seorang pimpinan jamah harus memperhatikan hal-hal berikut:

Ä     Beriltizam dengan berdirinya dien ﷲ. Pelaksanaannya tidak boleh bersifat sektoral, semata-mata hanya ingin merebut kekuasaan tanpa menghiraukan syari’at ﷲ

Ä     Menjaga keuniversalan tujuan dan medan gerakan dengan segala konsekuensinya

Ä     Menjaga tabiat tahapan dakwah islamiyah dengan segalah tuntutannya. Maka pimpinan harus selalu bersungguh-sungguh berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah

Ä     Menyiapkan kader penerus dengan memperhatikan proses pentarbiyahan

Ä     Menjaga hubungan baik jamaah dengan jamaah lain

Ä     Wanita muslimah dapat memainkan peran penting dalam ’amal islami berperan sebagai tiang penegak rumah tangga. Wanita lah murabbi pertama yang akan mendidik generasi-generasi pejuang islam.

Ä     Gerakan dakwah ini meliputi beberapa negara, bangsa dan warna kulit. Maka penggerak dakwah harus bida bersosialisasi dimana ia berada. Seperti memahami bahasa mereka.

Ä     Dana adalah bahan bakar yang dapat menggerakkan segala aktivitas dan mempelancar mencapai cita-cita.

Ä     Pemimpin memanfaatkan pengalaman dan keahliannya dalam menimba produk pemikiran yang berguna bagi managemen dakwah (perencanaan, penyusunan, penyatuan)

c.   Beberapa Petunjuk dalam Bergerak

ð     Pimpinan harus memberikan perhatian menyeluruh kepada tugas dan tanggung jawab  supaya dapat melaksanakannya dengan baik

ð     Memiliki kepercayaan yang kuat terhadap tugas-tugasnya yang dapat menjadi  poros dan tak lupa memberikan perhatian sewajarnya terhadap tugas lainnya

ð     Tepat meletakkan staff sesuai dengan kemampuannya. Selain itu setiap staff yang telah diberi amanah harus membuat program kerjanya

ð     Pemimpin dituntut untuk bisa mengatur anatar kegiatannya sebagai pemimpn maupun sebagai dirinya pribadi

d.   Beberapa Petunjuk Pergaulan antara Pemimpin dan Anggota

–    Pemimpi harus pandai memilih orang yang layak dalam memegang jabatan. Hal ini akan meninggikan mutu dan ketahanan

–    Optimis terhadap kinerja anggotanya, sehingga pemimpin tidak terlalu berburuk sangkah. Sebaliknya pemimpin tidak boleh terlalu percaya sehingga sifatnya ini tidak dimanfaatkan oleh pihak luar

–    Pemimpin harus bersungguh-sungguh meningkatkan posisi kepemimpinan dan melatih anggota sesuai bidang masing-masing

–    Memberikan kebebasan pada pimpinan cabang untuk mengambil kebijakan dan menimbulkan semangat kerja

–    Pemimpin harus senantiasa mengadakan musyawara dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian akan tibul rasa saling menghargai dan tolong menolong.

–    Setiap pemimpin harus waspada dalam pengambilan keputusan berupa pemecatan. Karena dakwah adalah hak setiap orang (anggota) kecuali kehadirannya dapat membahayakan shaff

–    Perlu diketahui bahwa keberhasilan setiap aktivis di suatu bidang bukan bearti  ia layak melaksanakan bidang lain.

–    Jika terjadi kesalahan seorang pemimpin harus segera meningkatkan moral anggotanya. Jangan sanpai mereka terperangkap dalam perasaan kekalahan, apalagi sampai membiarkan diri diperolok-olok oleh orang kafir.

(Ali Imran 139-141)

  1. 4. Keanggotaan dan Tuntutannya

a.   Bebrapa Persyaratan Pokok Seorang Aktivis

Memahami komitmen islam (bukan karena faktor keturunan)

Mengenali karakter dakwah yang sedang dijalani

Meyakini dan kembali kepada Al-Qr’an dan As-Sunnah

Yakin akan kekuatan iman yang dapat menimbulkan kekuatan dan kehebatan jiwa

Menyadari kewajiban untuk berdakwah

Mengetahui dan menyadari bahwa daulah islamiyah tidak mungkin dapat berdaula apaila tidak menyatukan langkah secaraberjamaah

Seorang aktivis harus mengetahui bahwa dasar islam adalah kesatuan shaff, bukan dengan membangga-banggakan slogan, simbol. Islam adalah satu, tujuannya satu, dan jalan yang ditempuhpun satu. Sebagai yang tercurah dalam Al Anfal: 46

”Dan taatlah kepada ﷲ  dan RasulNya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya ﷲ  beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal)

Memilih jamaah dengan kesadaran diri, bukan karena paksaan, intimidasi dari kelompok lain, apalagi karena tenggang rasa

Siap menyempurnakan amal jama’i

Menyatukan tujuan hanya karena ﷲ.Balasan dan pahala hanyalah dari ﷲ. Harus disadari bahwa sumpah setia terhadap pimpinan atau wajihah pada dasarnya adalah sumpah setia kepada ﷲ.

”Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu. Sesungguhnya mereka berjaji setia kepada ﷲ. Tangan ﷲ di atas tangan mereka,maka barang siapa yang melanggar janjinya, niscaya janjinya itu yang akan menimpa dirinya sendiri dan barang siapa yang menepati janjinya kepada ﷲ maka ﷲ akan memberinya pahala yang besar.” (Al-Fath: 10)

Setiap anggota jamaah harus menyadari bahwa ada kebaikan yan tak ternilai dari ﷲ setiap penggabungan langkah dalam memperjuangkan islam

Setiap kader/ muslim/ aktivis harus menyadari bahwa dirinya selalu dalam pengawasan ﷲ. Ia harus senantiasa mengingat akan hari kembalinya, dan menanamkan dalam dirinya, jika hari itu tiba ia harus siap.

b.   Beberapa Keharusan dan Perilaku Anggota yang Harus Ditegakkan

˜    Seseorang yang telah memilih satu jamaah sebagai wajihah harus berjuang dan yakin akan amal jamai tersebut. (Al-Hajj 77-78, Al-Mukminun 115-116)

˜    Memahami ketentuan yang ada di dalam wajihah yang ia pilih

˜    Membekali diri dengan berbagai kemampuan yang akan menjadi nilai jual dan tenaga penggerak dakwah yang sangat produktif

˜    Menyerahkan hidup dan matinya karena ﷲ dengan ikhlas dan mentawakalkan diri

˜    Jamaah muslim harus beriltizam dengan pemahaman islam yang kuat, jauh dari berbagi penyimpagan

˜    Berani menempatkan dirinya di barisan jihad fi  sabilillah (At Taubah: 111)

˜    Mengetahui martabat jihad, bahwa sekecil-kecilnya jihad adalah jihad menentang kezaliman dengan hati, dan jihad yang tertinggi adalah berperang di jalan ﷲ.

˜    Melatih diri untuk senantiasa berkorban di jalan ﷲ baik tenaga, harta, bahkan nyawa.sesungguhnya kita lah yang membutuhkan dakwah. Dakwah akan tetap berjalan baik ada dan tanpa kita. (At Taubah 120-121)

˜    Menyadari bahwa dalam perjalanan dakwah akan ada kerikil yang menghadang. Semua itu adalah sunnatullah.

˜    Pembela aqidah dan prajurit dakwah harus mengikhlaskan ketaatan dan kesetiannya kepada dakwah islamiyah dan melepaskan dirinya dari segala kesetiaan yang lainnya. (Al-Mumtahanah: 4)

˜    Memperkuat rasa tolong menolong, rasa cinta dan persaudaraan antar sesama jamaah hanya karena ﷲ. (At Taubah: 71)

˜    Patuh terhadap perintah pimpinan jamaah

˜    Seluruh anggota jamaah harus menjauhi cara-cara parpol yang jahat, berkelompok-kelompok dan kedaerahan yang bertentangan dengan adab ajaran islam

˜    Menggalakkan saling nasehat-menasehati antar sesama

˜    Aktivis wajib wajib menjaga waktunya dengan disiplin dan serius

˜    Tidak mudah pesimis ketika mengalami kekalahan dalam jihad (Ali Imran 139-142)

˜    Terakhir seoang anggota jamaah harus menghiasi dirinya dengan seluruh akhlak islami dan menjauhisegala budi pekerti burukdan sifat-sifat yang dilarang islam

5.   Aturan dan Adab Pergaulan Pimpinan dan Anggota

  • Saling Menghormati dan Menghargai

Pemimpin tidak boleh berlagak seperti boss dan anggota tidak boleh mencari kelemahan pemimpinnya. Hubungan ini harus dilandasi atas taat semata-mata karena ﷲ. Selain itu dalam hubungan dua elemen ini ada adab pergaulan dan perbincangan. Khususnya dalam perbincangan. Orang yang mngajak berbicara, hendaknya menghadap lawan bicara, suara jelas dan hindari suara yang terllau lemah dan terlalu keras. Orang yang mendengarkan harus menghormati si pembicara. Ia tidak boleh memotong pembicaraan.

  • Saling Mempercayai dan Baik Sangka

”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah dari kebanyakan prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah  kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertawaqallah kepada ﷲ. Sesungguhnya   ﷲ  Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” (Al-Hujarat:12)

  • Saling Menasehati

Iman seperti gelombang yang terkadang naik, namun tak jarang juga iman gelombang  itu menyurut. Oleh karena itu ﷲ memerintahkan setiap diri untuk saling nasehat-menasehati

  • Saling Mencintai dan Bersaudara

Sesungguhnya umat muslim bersaudara dan saling menanggung beban

  • Mempererat Hubungan antara Pimpinan dan Anggota

Dapat dengan saling menghormati (seperti yang dijelaskan panjang lebar pada sub bab adab pimpinan dan anggota.

  • Tunduk Dibawah Hukum Allah dan RosulNya.

AL-QIYADAH WAL JUNDIYAH

Semua yang dilakuka secara bersama-sama akan sangat mempermudah dalam proses penyelesaiannya, mengefisienkan kerja dan hasil yang dicapai akan lebih memuaskan. Lalu mengapa langkah tidak kita susun rapi dalam satu barisan? Bukankah Allah sangat menyukai barisan yang rapi dan kokoh? Bukankah Allah telah berfirman agar umat islam sujud beserta orang-orang yang bersujud. Intinya, ada kewajiban dari setiap diri untuk beramal jamai.

  1. 1. Kewajiban Beramal Jamai

Hukum menyatukan langkah dalam beramal jamai adalah wajib. Sebab, sesuatu yang tidak sempurna pelaksanaan kecuali denganya adalah wajib. Maka setiap muslim wajib berusaha mewujudkan Daulah Islamiyah Alamiyyah, yang hanya dapat terwujud bila terjadi penyatuan langkah yang terkoordinasi.

Perlu ditekankan bahwa jamaah harus memiliki manhaj, pimpinan dan anggota. Dengan adanya manhaj jamaah mempunyai pedoman dalam melangkah, pemimpin yang mengatur pergerakan, tujuan, pengontrol, dan pengawasan dalam programnya.

Ibarat kepala bagi tubuh, pimpinan dalam satu jamaah adalah tempat berkumpulnya segala informasih, pemimpin bertugas memikirkan dan mengkaji setiap masalah yang dihadapi. Pemimpin juga sebagai simbol kekuatan, persatuan, kesatuan dan disiplin shaff.

Kualitas dan kuantitas dari anggota adalah elemen penting dalam amal jamai merupakan tiang dan fondasi yang kuat dan kokoh bagi berdirirnya daulah islamiyah.

Menurut Imam Hasan Al-Banna dalam menerapkan manhaj dan uslub dengan tujuan mempersiapkan kader secara berangsur-angsur (tajarud) melalui tahap perkenalan (ta’rif) pembentukan (takwin) dan pelaksanaan (tanfidz). Beliau juga meletakkan ciri-ciri dan syarat  bagi seorang muslim yang akan dipersiapkan yaitu: aqidanya lurus, ibadahnya benar, berakhlak muliah, berpikir cerdas, bijak, berbadan sehat dan kuat serta berguna bagi manusia, mampu bergerak dan berjuang, berdisplin dalam segala hal, menjaga waktunya, bermujahadatun nafs, memiliki faktor asasi.

  1. 2. Amanah dan Tanggung Jawab Pemimpin

Salah satu tugas manusia adalah sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi. Menjadi seorang pemimpin bukanlah kebanggaan, menjadi seorang pemimpin bukanlah kekuasaan, menjadi seorang pemimpin adalah amanah.

Ibnu Umar ra. berkata, Rasulullah saw bersabda:

”Tiap-tiap kamu adalah pemimpin dan setipa kamu akan dimintai pertanggung jawaban tentang rakyatnya. Pemerintah adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhdap rakyatnya. Lelaki itu adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhadap keluarganya. Wanita itu adalah pemimpin dala rumah suaminya dan bertanggung jawab terhadap yang di piminnya ( suami dan anak ). Pembantu itu adalah pemimpin dalam menjaga harta majikannya dan bertanggung jawab terhadap yang di pimpinnya.” (Muttafaq’alaihi)

Dalam satu jamaah, pimpinan mempunyai amanah dan beban yang sangat berat. Beban ini akan semakin bertambah berat bila

  1. Bertambahnya gelanggang pergerakan dan bertambahnya cabang jamaah.
  2. Semakin kompleksnya persoalan dunia islam.
  3. Semakin hebatnya tantangan yang dihadapi oleh harakah islamiyah

Besar dan beratnya tanggung jawab pimpinan, ditentukan oleh

  1. Besarnya cita-cita dan tujuan yaitu menegakkan daulah islamiyah.
  2. Banyaknya anggota menjadi tanggung jawab yang harus dipimpin dengan baik.

Sedangkan beratnya amanah yang dipikul tergantung

  1. Luasnya medan pergerakkannya.
  2. Produktivitas dari jamaan semakin besar pula.
  3. Terasa berat karena pimpinan harus mengkoordinir setiap jamaa
  4. Harapan besar jamah terhadap kinerja pemimpin
  5. Panjangnya perjalanan dakwah dan berliku-liku
  6. Ancaman terhadap dunia islam, baik itu internal maupun eksternal
  7. 3. Hal – Hal yang Membantu Terlaksananya Tugas Pimpinan

Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pada hakikatnya berada dalam genggamanNya. Sekuat dan sehebat apapun manusia, jika tanpa kemudahanNya, maka tidak akan pernah mampu untuk melangkah.

Oleh karena itu seorang pimpinan harus mempertimbangkan beberapa hal dalam mengambil keputusan, yang merupakan implementasi dari keyakinannya. Berikut ini merupakan hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin (tanpa meninggikan satu pihak, anggota juga harus memiliki sifat ini juga)

  1. Ikhlas karena ﷲ, serta benar dan jujur kepadaNya. Karena dua komponen ini merupakan prasyarat untuk memperoleh pertolongan dari ﷲ.
  2. Selalu menyadari dalam pengawasan ﷲ, hal ini akan mendorong pimpinan untuk bersegera dalam mengambil keputusan untuk keaikan umat.
  3. Senantiasa memohon pertolongan ﷲ. Menyadari bahwa segala keberhasilan terjadi atas pertolongan ﷲ. Sebaliknya segala kegagalan bukanlah suatu bencana, melainkan misteri yang akan berbuah manis pada ujungnya.
  4. Pemimpin harus memiliki rasa tanggung jawab, agar setiap keputusan yang diambilnya adalah amanah yang menyangkut umat.
  5. Memperhatikan pendidikan (tarbiyah) dan menyiapkan barisan baru setiap saat (kader)
  6. Hubungan yang harmonis antara pimpinan dan anggota, menjalin ukhwa islamiyah.
  7. Mampu membagi tugas kerja dan mampu menghendel baik itu pekerjaan maupun anggotanya.
  8. Menyatukan tujuan akhir, yaitu ridha ﷲ

a.   Akhlak dan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin

☺       Senatiasa mengharapkan akhirat karena ﷲ

☺       Senantiasa mensucikan hati dan meluruskan niat

☺       Memiliki ingatan yang kuat, bijak, cerdas, mapu menganalisis berbagai persoalan.

☺       Halus budinya, kasih-sayang dan ramah

”Maka disebabkan rahmat dari ﷲ kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya kamu bersikap keras dan berhati keras,tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun dari mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusn itu” (Ali Imran: 159)

☺       Bersahabat ”Ya ! Siapa yang menjabat suatu jabatan dlam pemerintahan umatku, lalu dia mempersulit dalam urusan mereka, maka persuli pulalah dia, dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan umatku, lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia” (HR. Bukhari-Muslim)

☺       Berani dan sportif. Keberanian yang paling hakiki adalah keberanian yang timbul  dari ketaatan dalam menegakkan yang haq dan menentan yang bathil.

☺       Shidiq, benar dalam berkata, sikap dan perbuatan. Sifat ini akan menebalkan kepercayaan baik itu anggota maupun orang lain terhadap suatu pimpinan

☺       Tawadhu’, merendahkan diri dan tidak membanggakan diri sendiri

”Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.” (Asy-Syu’ara: 215)

☺       Dalam perjalanan dakwah seorang pemimpin akan menjumpai berbagai persoalan yang memancing emosi, oleh karena itu seorang pemimpin harus memiliki sifat pemaaf.

”(yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. ﷲ menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Ali Imran: 134)

☺       Menepati janji dan bersumpah setia (Al Fath:10, Al Ahzab: 23-24)

☺       Sabar (Al Baqarah: 153, Ali Imran: 200, Az Zumar: 10)

☺       Iffah dan kiram sifat ini melambangkan kesucian jiwa dan kekuatan dalam menghadapi hawa nafsu. (Al Hasyr: 9)

☺       Wara’ dan zuhud dapat menjauhkan diri dari hal-hal yang bersifat syubhat agar terhindar dari fitnah dan dosa

☺       Adil, jujur, dan memelihara hal-hal yang dimuliakan oleh ﷲ

☺       Berlapang dada dan menghindari pengupat atau orang-orang yang ingin memancing emosi (kemarahan). Berikut ini HR Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Mas’ud

”Janganlah ada salah seorang dari sahabatku menyampaikan sesuatu (kata-kata umpatan) terhadap seseorang karena sesungguhnya aku keluar menemui kamu dengan hati lapang.”

b.   Tabiat Gerakan dan Medannya

Sehubungan dengan tabiat dan medan gerakan, seorang pimpinan jamah harus memperhatikan hal-hal berikut:

Ä     Beriltizam dengan berdirinya dien ﷲ. Pelaksanaannya tidak boleh bersifat sektoral, semata-mata hanya ingin merebut kekuasaan tanpa menghiraukan syari’at ﷲ

Ä     Menjaga keuniversalan tujuan dan medan gerakan dengan segala konsekuensinya

Ä     Menjaga tabiat tahapan dakwah islamiyah dengan segalah tuntutannya. Maka pimpinan harus selalu bersungguh-sungguh berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah

Ä     Menyiapkan kader penerus dengan memperhatikan proses pentarbiyahan

Ä     Menjaga hubungan baik jamaah dengan jamaah lain

Ä     Wanita muslimah dapat memainkan peran penting dalam ’amal islami berperan sebagai tiang penegak rumah tangga. Wanita lah murabbi pertama yang akan mendidik generasi-generasi pejuang islam.

Ä     Gerakan dakwah ini meliputi beberapa negara, bangsa dan warna kulit. Maka penggerak dakwah harus bida bersosialisasi dimana ia berada. Seperti memahami bahasa mereka.

Ä     Dana adalah bahan bakar yang dapat menggerakkan segala aktivitas dan mempelancar mencapai cita-cita.

Ä     Pemimpin memanfaatkan pengalaman dan keahliannya dalam menimba produk pemikiran yang berguna bagi managemen dakwah (perencanaan, penyusunan, penyatuan)

c.   Beberapa Petunjuk dalam Bergerak

ð     Pimpinan harus memberikan perhatian menyeluruh kepada tugas dan tanggung jawab  supaya dapat melaksanakannya dengan baik

ð     Memiliki kepercayaan yang kuat terhadap tugas-tugasnya yang dapat menjadi  poros dan tak lupa memberikan perhatian sewajarnya terhadap tugas lainnya

ð     Tepat meletakkan staff sesuai dengan kemampuannya. Selain itu setiap staff yang telah diberi amanah harus membuat program kerjanya

ð     Pemimpin dituntut untuk bisa mengatur anatar kegiatannya sebagai pemimpn maupun sebagai dirinya pribadi

d.   Beberapa Petunjuk Pergaulan antara Pemimpin dan Anggota

–    Pemimpi harus pandai memilih orang yang layak dalam memegang jabatan. Hal ini akan meninggikan mutu dan ketahanan

–    Optimis terhadap kinerja anggotanya, sehingga pemimpin tidak terlalu berburuk sangkah. Sebaliknya pemimpin tidak boleh terlalu percaya sehingga sifatnya ini tidak dimanfaatkan oleh pihak luar

–    Pemimpin harus bersungguh-sungguh meningkatkan posisi kepemimpinan dan melatih anggota sesuai bidang masing-masing

–    Memberikan kebebasan pada pimpinan cabang untuk mengambil kebijakan dan menimbulkan semangat kerja

–    Pemimpin harus senantiasa mengadakan musyawara dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian akan tibul rasa saling menghargai dan tolong menolong.

–    Setiap pemimpin harus waspada dalam pengambilan keputusan berupa pemecatan. Karena dakwah adalah hak setiap orang (anggota) kecuali kehadirannya dapat membahayakan shaff

–    Perlu diketahui bahwa keberhasilan setiap aktivis di suatu bidang bukan bearti  ia layak melaksanakan bidang lain.

–    Jika terjadi kesalahan seorang pemimpin harus segera meningkatkan moral anggotanya. Jangan sanpai mereka terperangkap dalam perasaan kekalahan, apalagi sampai membiarkan diri diperolok-olok oleh orang kafir.

(Ali Imran 139-141)

  1. 4. Keanggotaan dan Tuntutannya

a.   Bebrapa Persyaratan Pokok Seorang Aktivis

Memahami komitmen islam (bukan karena faktor keturunan)

Mengenali karakter dakwah yang sedang dijalani

Meyakini dan kembali kepada Al-Qr’an dan As-Sunnah

Yakin akan kekuatan iman yang dapat menimbulkan kekuatan dan kehebatan jiwa

Menyadari kewajiban untuk berdakwah

Mengetahui dan menyadari bahwa daulah islamiyah tidak mungkin dapat berdaula apaila tidak menyatukan langkah secaraberjamaah

Seorang aktivis harus mengetahui bahwa dasar islam adalah kesatuan shaff, bukan dengan membangga-banggakan slogan, simbol. Islam adalah satu, tujuannya satu, dan jalan yang ditempuhpun satu. Sebagai yang tercurah dalam Al Anfal: 46

”Dan taatlah kepada ﷲ  dan RasulNya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya ﷲ  beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal)

Memilih jamaah dengan kesadaran diri, bukan karena paksaan, intimidasi dari kelompok lain, apalagi karena tenggang rasa

Siap menyempurnakan amal jama’i

Menyatukan tujuan hanya karena ﷲ.Balasan dan pahala hanyalah dari ﷲ. Harus disadari bahwa sumpah setia terhadap pimpinan atau wajihah pada dasarnya adalah sumpah setia kepada ﷲ.

”Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu. Sesungguhnya mereka berjaji setia kepada ﷲ. Tangan ﷲ di atas tangan mereka,maka barang siapa yang melanggar janjinya, niscaya janjinya itu yang akan menimpa dirinya sendiri dan barang siapa yang menepati janjinya kepada ﷲ maka ﷲ akan memberinya pahala yang besar.” (Al-Fath: 10)

Setiap anggota jamaah harus menyadari bahwa ada kebaikan yan tak ternilai dari ﷲ setiap penggabungan langkah dalam memperjuangkan islam

Setiap kader/ muslim/ aktivis harus menyadari bahwa dirinya selalu dalam pengawasan ﷲ. Ia harus senantiasa mengingat akan hari kembalinya, dan menanamkan dalam dirinya, jika hari itu tiba ia harus siap.

b.   Beberapa Keharusan dan Perilaku Anggota yang Harus Ditegakkan

˜    Seseorang yang telah memilih satu jamaah sebagai wajihah harus berjuang dan yakin akan amal jamai tersebut. (Al-Hajj 77-78, Al-Mukminun 115-116)

˜    Memahami ketentuan yang ada di dalam wajihah yang ia pilih

˜    Membekali diri dengan berbagai kemampuan yang akan menjadi nilai jual dan tenaga penggerak dakwah yang sangat produktif

˜    Menyerahkan hidup dan matinya karena ﷲ dengan ikhlas dan mentawakalkan diri

˜    Jamaah muslim harus beriltizam dengan pemahaman islam yang kuat, jauh dari berbagi penyimpagan

˜    Berani menempatkan dirinya di barisan jihad fi  sabilillah (At Taubah: 111)

˜    Mengetahui martabat jihad, bahwa sekecil-kecilnya jihad adalah jihad menentang kezaliman dengan hati, dan jihad yang tertinggi adalah berperang di jalan ﷲ.

˜    Melatih diri untuk senantiasa berkorban di jalan ﷲ baik tenaga, harta, bahkan nyawa.sesungguhnya kita lah yang membutuhkan dakwah. Dakwah akan tetap berjalan baik ada dan tanpa kita. (At Taubah 120-121)

˜    Menyadari bahwa dalam perjalanan dakwah akan ada kerikil yang menghadang. Semua itu adalah sunnatullah.

˜    Pembela aqidah dan prajurit dakwah harus mengikhlaskan ketaatan dan kesetiannya kepada dakwah islamiyah dan melepaskan dirinya dari segala kesetiaan yang lainnya. (Al-Mumtahanah: 4)

˜    Memperkuat rasa tolong menolong, rasa cinta dan persaudaraan antar sesama jamaah hanya karena ﷲ. (At Taubah: 71)

˜    Patuh terhadap perintah pimpinan jamaah

˜    Seluruh anggota jamaah harus menjauhi cara-cara parpol yang jahat, berkelompok-kelompok dan kedaerahan yang bertentangan dengan adab ajaran islam

˜    Menggalakkan saling nasehat-menasehati antar sesama

˜    Aktivis wajib wajib menjaga waktunya dengan disiplin dan serius

˜    Tidak mudah pesimis ketika mengalami kekalahan dalam jihad (Ali Imran 139-142)

˜    Terakhir seoang anggota jamaah harus menghiasi dirinya dengan seluruh akhlak islami dan menjauhisegala budi pekerti burukdan sifat-sifat yang dilarang islam

5.   Aturan dan Adab Pergaulan Pimpinan dan Anggota

  • Saling Menghormati dan Menghargai

Pemimpin tidak boleh berlagak seperti boss dan anggota tidak boleh mencari kelemahan pemimpinnya. Hubungan ini harus dilandasi atas taat semata-mata karena ﷲ. Selain itu dalam hubungan dua elemen ini ada adab pergaulan dan perbincangan. Khususnya dalam perbincangan. Orang yang mngajak berbicara, hendaknya menghadap lawan bicara, suara jelas dan hindari suara yang terllau lemah dan terlalu keras. Orang yang mendengarkan harus menghormati si pembicara. Ia tidak boleh memotong pembicaraan.

  • Saling Mempercayai dan Baik Sangka

”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah dari kebanyakan prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah  kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertawaqallah kepada ﷲ. Sesungguhnya   ﷲ  Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” (Al-Hujarat:12)

  • Saling Menasehati

Iman seperti gelombang yang terkadang naik, namun tak jarang juga iman gelombang  itu menyurut. Oleh karena itu ﷲ memerintahkan setiap diri untuk saling nasehat-menasehati

  • Saling Mencintai dan Bersaudara

Sesungguhnya umat muslim bersaudara dan saling menanggung beban

  • Mempererat Hubungan antara Pimpinan dan Anggota

Dapat dengan saling menghormati (seperti yang dijelaskan panjang lebar pada sub bab adab pimpinan dan anggota.

  • Tunduk Dibawah Hukum Allah dan RosulNya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s