CONTOH ANALISIS SWOT UNTUK LEMBAGA DAKWAH KAMPUS

Standar

ANALISIS SWOT

Faktor Internal Solusi/ Tanggapan
Strength/ Kelebihan

  1. Sebagian besar anggota LDK juga  menduduki posisi di wajiha lain.
  1. Managemen alur kaderisasi yang jelas.
  1. Penanaman ukhwa     islamiyah yang kuat.
  1. Memegang prinsip keikhlas dalam bekerja (dakwah)
  2. Memiliki tujuan yang sama
  3. Prinsip “Bekerjalah seolah-olah akan hidup seribu tahun lagi, dan beribadahlah seakan akan mati esok hari”

Weakness / Kelemahan

  1. Kuantitas anggota yang semakin berkurang ketika pengkaderan.
  1. Ruang lingkup kerja yang sempit, mulai dari kualitas secret sampai dengan kurang leluasanya LDK menjangkau seluruh mahasiswa PGRI
  2. Perbandingan tutor dengan mahasiswa PGRI yang tidak seimbang.

 

  1. Ini adalah asset yang dimiliki oleh LDK. Apabila kader LDK menyebar di Wajiha ammah maka akan sangat mempermudah dalam pengkoordinasian penyebaran-penyebaran Fikrah Islamiyah.
  2. LDK adalah wajiha yang regenerasinya sudah terkoordinasi dengan baik. Ini harus dipertahankan, karena sangat tidak mungkin suatu wajihah dapat bertahan tanpa sistem kaderisasi yang baik.
  3. Ikatan yang tumbuh karena kesatuan iman dan tujuan membuat LDK sebagai keluarga besar yang memiliki ikatan persaudaraan yang kuat.
  4. Pemupukan keikhlasan perlu dijamurkan setiap saat, untuk menghindari perpecahan  dan pamrih dalam dakwah.
  5. Allah adalah tujuan akhir, satu tujuan ini harus senantiasa diluruskan.
  6. Prinsip ini akan membawa LDK bahkan islam pada kejayaan umat islam
  1. Hal ini terjadi karena:
  • Niat yang berlandaskan duniawi. Maka dakwah itu sendiri yang akan mengeluarkanya dari lembaga dakwah. Sebelum dakwah mengeluarkan ADK dari lingkaran dakwah, hendaknya sosialisasi “Meluruskan Niat” selalu digalakkan dalam setiap event-event seperti syuro’ (rapat)
  • Kesibukan ADK seiring dengan meningkatnya tingkatan akademik. Maka pihak LDK (tutor) perlu menguatkan penekanan pada keseimbangan antara dakwah dan akademik (tawazun)
  • Pencitraan bahwa aktivis kampus akan selalu bermasalah pada kegiatan perkuliahan. Hal ini perlu disigapi dengan “promosi” ADK-ADK yang sukses di akademik. Misalnya profilnya dimuat di media.
  • Peluasan rekrutmen kader
  1. Setidaknya tata letak barang di secret ditata lebih rapi. Karena kerapian secret merupakan salah satu bentuk dakwah.
  1. Kekurangan tutor dapat diatasi dengan bekerja sama dengan LDK dari Fakultas maupun dari universitas lain (membangun link antar universitas) atau melakukan rekrutmen alumni-alumni dari LDK yang tetap eksis.
Faktor Eksternal Solusi/ Tanggapan
Opportunitivies/Kesempatan

  1. Menjadi pusat kaderisasi seluruh wajihah yang ada di kampus
  2. Kedekatan dengan birokrasi
  1. Tentu semua itu dapat terjadi bila ada kader-kader terbaik yang di tempatkan di wajihah ammah itu
  1. Kedekatan dengan birokrasi kampus ini dapat dijalin dengan melalui setiap kader LDK. Misalnya saja setiap kader berusaha akrab dengan dosen yang mengajar di kelasnya. Dengan kata lain setiap kader harus berprestasi di kelasnya masing-masing. Agar dosen itu mengenalnya. Citra LDKpun akan tinggi tidak hanya di mata Allah, tetai di hadapan manusia juga (dalam hal ini birokrasi kampus)
Threat/ Ancaman

  1. Ghazwul Fikri
  1. Westernisasi
  1. Krisis ketauladanan
  1. Konpirasi anti islam
  1. Hilangkanlah kebiasaan yang selalu memperdebatkan hal-hal kecil. Memang masalah besar berawal dari masalah kecil, tapi bukan bearti masalah kecil harus dibesar-besarkan. Intinya, kembalilah pada Al-Qur’an dan Al-Hadist. Selain itu, pengoptimalisasi tarbiyah tsaqofiyah untuk menstimulasi kekuatan di medan dakwah, khususnya kampus.
  2. Solusinya mungkin adalah dengan menghilangkan rasa malu atau takut untuk menunjukan identitas diri kita sebagai muslim/ah.
  3. Penekanan kepada seluruh ADK bahwa untuk senantiasa meningkatkan kualitas diri. Kalau bisa ADK dapat menjadi mahasiswa teladan di kampus. Bukan karena saja Ia gemar berada di musolah, tidak hanya karena senyum, salam, sapanya. Tapi keteladanan prestasinya juga.
  4. Khususnya medan kampus, membudayakan kebiasaan islami, jangan sampai umat islam asing terhadap ajaran agamanya sendiri. Bisa juga bertransaksi (jual-beli) dengan islami
About these ads

8 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s